KONFLIK

Theatre-Masks-Happy-And-Sad-Laugh-And-Cry

“Memangnya Marshanda kenapa sih?” tanya seorang teman beberapa hari lalu. Saya saat itu masih belum tau apa yang terjadi pada Marshanda karena saya nggak pernah nonton tv akhir-akhir ini. Sabtu kemarin, akhirnya saya berkesempatan menyaksikan cuplikan rekaman si Marshanda di sebuah acara infotainment.

Teman saya nyeletuk, “cih, orang kaya ada2 aja tingkahnya.”

Saya nyengir. Saya tau bukan itu maksudnya. Bukan masalah orang kaya atau tidak kaya. Tapi lebih ke tingkah marshanda yang dianggapnya sangat berlebihan. Ya, Marshanda ‘korban’ perceraian orang tua, katanya. Broken home kata orang, ditambah beragam permasalahan pribadi yang menyebabkan ia ‘meledak’.

“Gw aja gak gitu2 amat” celetuk teman saya lagi.

Saya nyengir lagi. Iya juga sih. Kalau dibandingkan dengan Marshanda, tentunya kondisi keluarga teman saya itu bisa dibilang lebih ‘hancur’. Orang tua mereka juga bercerai, dan anggota keluarga mereka tercerai berai. Nggak ada warisan secuil pun untuk anak-anaknya sekedar bertahan hidup. Untunglah anak tertua sudah bekerja dan akhirnya dia lah yang menopang ‘kehidupan’ tiga orang adiknya. Continue reading

Advertisements

This Is Why I Don’t Want The World To See Me (Cause I Don’t Think That They’d Understand)

GreatDepression

Tahukah kalian saya mati-matian melawannya? Tentu tidak, kan ada combantrin.. *lho?* Hhh… ya pastinya kalian tidak tahu karena saya tidak pernah memberi tahu *mulai mbulet*. Tidak mengerti? Yah sudahlah kalau begitu. Saya toh tidak bisa memaksa kalian mengerti (saya memang tidak punya hak untuk itu). Dan saya paham ketika beberapa bereaksi dengan kritik alih-alih dukungan. Mereka memang tidak mengerti kalau depresi bukan hal yang dengan mudah dapat kau enyahkan seperti menepis debu di pakaianmu. It’s never that simple, folks…

Mungkin saya mencari pemakluman, tapi kepala saya pengap. Butuh katarsis. Dan inilah medianya. Kalian hanya perlu meng-klik ikon ‘X’ di sebelah kanan atas layar di hadapanmu bila muak pada saya dan apa yang saya tulis…

Continue reading

Wajah Cinta

Apakah cinta itu?

Pertanyaan itu sejak bertahun bahkan berabad lalu telah mengemuka. Jawabannyapun bisa sangat subyektif. Seorang yang sedang jatuh cinta akan bilang cinta itu indah, tapi seorang yang mempunyai pengalaman tidak menyenangkan dengan cinta akan mengatakan kalau cinta itu penuh dengan penderitaan.

Secara naluriah, setiap manusia adalah makhluk yang tidak betah kesepian. Oleh karena itu, setiap individu akan berusaha membina dan menjalin hubungan dengan orang lain, baik hubungan dalam bentuk persahabatan maupun cinta. Namun terkadang dalam menjalin hubungan tidak jarang terhalang oleh berbagai permasalahan. Semakin dekat dan tahu seseorang terhadap pasangannya dimungkinkan dapat memicu pertikaian. Dan bisa jadi sebaliknya, semakin seseorang tahu sisi positif dan negatif pasangannya, maka akan semakin dewasa hubungan tersebut, tentu jika hubungan didasari dengan kepercayaan. Continue reading