Melankoli, Depresi dan Bunuh Diri

Saya tidak mau jadi gila. Baru kali ini saya benar-benar sadar bahwa menjadi gila sangat tidak enak. Kehilangan orientasi waktu, tempat dan hari. Kehilangan kendali atas jiwa, pikiran dan diri sendiri. Hidup di dunia antah berantah yang berpenghuni hanya diri sendiri…

Kamu ingin melompat. Ingin sekali melompat. Dari ketinggian di ujung sana. Menuju entah apa namanya. Coba bukalah mata. Indah di bawah sana. Tutup rapat kedua telinga. Dari bisikan entah di mana. Kau terbang. Dari ketinggian mencari yang paling sunyi…


Lirik Tubuhmu Membiru-nya Efek Rumah Kaca ini semacam puisi yang depresif di telinga saya. Sangat tidak baik didengarkan orang yang sedang dalam kondisi jiwa sangat lemah dan punya kecenderungan bunuh diri yang tinggi. Kalian yang suicidal mungkin mengerti maksud saya. Dan buat kalian yang tidak merasakan kekelaman apapun dari lagu ini, selamat! Kalian mungkin punya hati, jiwa dan pikiran optimis yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun. Mungkin.

Mungkin sekalipun tidak pernah terlintas di benak kalian untuk bunuh diri, karena apapun, dengan cara apapun. Dan saya bahagia untuk kalian. Tapi mari berkumpul teman-teman, saya ceritakan sesuatu. Akan saya ceritakan bagaimana rasanya ketika seorang yang suicidal (baca: saya) mendengar lagu tragis ini. Ketika ia bilang; “kamu ingin melompat dari ketinggian di ujung sana”, maka saat itu saya benar-benar ingin melompat. Merasakan tubuh melayang. Merasakan tekanan udara yang mempercepat gravitasi membawanya terbang sebelum tubuh saya benar-benar jatuh terhempas ke lantai beton yang keras. Dan saya benar-benar ingin terbang mencari tempat yang paling sunyi. Di mana hanya ada saya dan kesunyian itu sendiri. Tidak ada yang lain. Karena kita mati sendirian. Dan setelah beberapa saat, yang tinggal hanya tubuh membiru yang diam kaku.

Untung saja saya masih punya selapis tipis iman. Yang meskipun tipis cukup untuk membuat saya bertahan. Dan kalau saja saya tidak percaya ada hidup lain setelah mati, niscaya saya sudah tidak lagi ada di sini. Menulis kata-kata tak berguna ini.

Setiap hari saya bersyukur, karena sangat menghikmati proses bernapas. Karena setiap tarikan napas menandakan bahwa saya masih hidup. Saya tidak mati karena bunuh diri. Belum. Salah, tidak akan. Seberapapun kuatnya keinginan bunuh diri itu muncul, saya tidak akan membiarkan hati, jiwa dan pikiran saya terpengaruh. Tidak akan. Saya tidak akan jadi gila. Saya tidak akan membiarkan jiwa saya kehilangan kendali atas tubuh, pikiran dan hati saya. Dan saya harap kalian juga tidak akan pernah mengadili diri sendiri dengan bunuh diri, karena apapun, dengan cara apapun.

Tuhan benar-benar Jenius. Disodorkan-Nya pada saya orang-orang yang bercerita tentang depresi dan keinginan bunuh diri. Dibiarkan-Nya saya bertarung melawan keinginan saya sendiri untuk larut dalam depresi dan jatuh dalam bunuh diri. Dan saya akan membuat-Nya tersenyum sekali lagi. Karena Ia benar akan prediksi-Nya pada saya yang menurut-Nya ‘mungkin’ cukup kuat untuk melawan ini sendiri.

Saya memang egois. Bertahun-tahun belajar psikologi hanya untuk ‘menyembuhkan’ diri sendiri. Tapi saya merasa aman menceritakan ini semua kepada kalian karena kita tidak pernah saling kenal dan kita tidak pernah akan bertemu (kecuali Tuhan mengijinkan kita berlarian riang bersama di surga-Nya kelak). Untuk kalian yang merasa mengenal saya, saya paham kalau kalian memutuskan untuk menjauhi saya (siapa yang mau berteman dengan orang nyaris gila, anyway?).

Terima kasih, temans (masih maukah kalian saya panggil ‘teman’?). Terima kasih sudah membaca tulisan ini sampai habis. Terkadang pikiran dan perasaan terlampau besar untuk ditampung sendiri dalam sangkar tubuh yang kelewat ringkih.

p.s. saya sangat suka Efek Rumah Kaca, terutama lagu mereka yang membantu saya menguji diri sendiri ini.

.

..

…Kalo mau denger Efek Rumah Kaca yg laennya, bisa ke sini

82 thoughts on “Melankoli, Depresi dan Bunuh Diri

  1. post yang bagus banget..

    ah.. sama bu.. sayah juga masaLah2 suicide begitu pernah menghampiri..
    dan cukup suLit buat menghilangkan dari pikiran..

    ni tuLisan2 sayah tentang itu..
    http://tuannico-garukgaruk.blog.friendster.com/2007/12/depresi-dan-keinginan-bunuh-diri/

    penyebabnya mungkin seperti yang sayah tuLis di beberapa post ini :
    http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2008/11/06/bersedih-perlu-alasan-kah/
    http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2009/01/02/yang-tersisa-dan-ketakutan-ku/
    http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2009/01/19/halusinasi-pendengaran-apakah-itu/
    http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2009/01/20/tentang-halusinasi-pendengaran-itu/

    sayah jadi pengen denger Tubuhmu Membiru-nya Efek Rumah Kaca itu..
    pasti sayah bakaLan suka..

    sayah juga punya Lagu buatan sendiri yang Lirik nya mengarah2 ke sana tuw..

    Lagu nya monkey to miLLioner – merah , juga Lirik nya begitu tu..
    “di daLam kamar ini, ku bersembunyi lagi.. merahi Lantai Lagi.. “

  2. Pingback: bunuh diri, perLu ? berani kah? « nikoniko foundation

  3. Pingback: bunuh diri, perLu kah ? mungkin. « nikoniko foundation

  4. kadang pemikiran untuk pengen bunuh diri dateng ke gw…gak tau kenapa..kadang gw mau ngelepasin diri dari dunia ini aja..pergi bebas..sendiri..tak ada orang….
    sunyi..
    hening..
    sepi..

    gw bercerita keinginan bunuh diri gw di postingan http://denioktora.com/?p=471

  5. Bagi lagune donk Yo, barangkali bs mnginspirasi utk menghidupkan diri lg.

    *kau memang bkn temanku Yo, kau ini Kawanku.
    Tahukah itu kau Kawan?!
    :bang ikal mode ON:

  6. Yo, entah kenapa akhir² ini aku selalu terusik pengen “suicide”. Aku merasa tidak mampu menghadapi beban hidup yang ada. Aku tahu, aku salah. Ini tak boleh. Tapi aku tak mau kalah Yo….

  7. Yo…bunuh diri???
    kalo gue si ogah Yo, biz masi banyak yg mo gue lakuin di dunia…
    mungkin kalo makhluk kayak gue, paling banter bunuh diri dengan cara nelen sedotan… ato makan brownies ampe kembung kali ye…
    **nyari2 cara yg kreatif**

    SEMANGAT YO!! daripada bunuh diri, mending kita tepuk pramuka…
    **Prooookkkk…proookkkk**

    **dirajam massa karna bikin rusuh**

  8. @tuannico,
    fufufu…
    tapi kuat kita bersinar kan ko…
    *sid MODE ON*

    @wi3nd,
    hummm humm…
    bangkit. bangkit itu senang, senang melihat orang menderita…
    ini katanya siapa ya… *puter2mata*

    @deni oktora,
    fufufu…
    ya… sama… kadang… *sering ding*
    tapi kita harus kuat!
    MERDEKA!!!

    @an9el,
    tapi kl 1000 tahun lagi kelamaan bu…

    @lilih,
    sammaaa dung…

    @herrbj,
    smangat!!!!
    kayak judul pilem horor, bangkit dari liang kubur…

    @yenin,
    bener bangettt. SMANGAT!

    @hendra pratama,
    oiya yah… belum nikah…
    tp ga penting ah…:mrgreen:

    @tan3a,
    tu ada link donlotnya, baru saya tambahin di postingan inih.
    teman ama kawan bedanya apa tant?

    @wahyu,
    iya yu…
    tp jgn sampe kalah ya…

    @cebonk,
    huehehehe…
    ketawa lagi deh gw karna lu bonk…
    yokk tepok pramukaa!!! proookkk..prokkk…prokkk…:mrgreen:

  9. Kmu suka efek rumah kaca yo?hi5,lagu cinta melulu dun..hi5,denger2 si sma 3 jogja, bsk mw ngundang erk..hehehe..
    Btw..dah lama si, dkampungku ada yg bunuh diri,gantung diri di pohon dket lapangan gtu..serem. Usut punya usut, dia bd gara2 nggak dibeliin motor ama ortunya..lha edan tha..

  10. Semangat mbak yoan,,
    jangan terlalu mellow enakan makan mellown apalagi di siang hari yang terik,,
    ajibbb pisan euy,

    eh eh mbak gol darahnya B kah?
    hihi dijawab yah mbak yo ^_^

    terima kasih dah mampir di kotak shofiy

  11. Sobat…🙂
    Menjadi ‘GILA’ tuh tidak buruk kok🙂 he he… Untuk membuat suatu lompatan yang besar dalam hidup, terkadang kita nggak bisa menggunakan cara-cara biasa… tapi kita harus mencoba suatu CARA GILA, suatu metode yang mampu membuat orang berseru “KAMU GILA!!!!”

    Umm… sobat, pernah nggak anda melihat ‘orang gila’ tuh sakit? Padahal dia luntang lantung dijalanan, hujan kehujanan, panas kepanasan, tapi kok fisiknya kuat. Mereka jarang terserang penyakit, lantaran didalam pikirannya nggak ada konsep sakit. Stt… orang gila juga dipastikan masuk syurga loh, lantaran nggak ada kewajiban agama yang dibebankan padanya… ahahahaha….

    Sobat, saya bukan psikolog… Tapi saya percaya diri kita adalah apa yang kita pikirkan setiap hari. Segala sesuatu yang terjadi dihadapan kita, atau pada diri kita, sejatinya bersifat NETRAL. Kita lah, cara pandang kita lah yang kemudian membuatnya menjadi Positif atau Negatif. Jadi kalau setiap hari kita memandang diri kita negatif, niscaya outcome nya tentu akan negatif pula…
    Jika kita memberikan makanan yang positif pada diri kita, jiwa kita.. niscaya outcome nya akan selalu positif…

    Dah dibalikin dongkraknya?

    • positip…
      uhm… hamil maksudnyah?
      sama siapa?
      apaaaa???
      kamu tidak tauuuu???
      kamu membuat kami malu, nakkkk….

      *kumat*

      ga tau tu gimana nasib dongraknya:mrgreen:

  12. dari semua tulisan lu….akhirnya gw ketemu juga tulisan yg *menurut gw* gak bermutu………..SELAMAT MBAKE…….(itu kalimat dalam hati gw) tadinya gw cuma mau bilang gini :

    “Yowannnnnn….tulisan macam apah inih???”

    LOPH YU

  13. pada hentakan musik awalnya saja, lagu tubuhmu membiru, tragis… milik erk itu sdh seperti merayu2 untuk terhanyut dlm liriknya. hehehe aku paling suka lagunya yang ini. entah kenapa rasanya tiap kali dengar itu selalu melayang, mungkin pengaruh musik dan suara vokalnya.
    tapi jujur, aku jg pernah punya keinginan bunuh diri. cuma g berani hehehe. tapi keinginan itu sepertinya masih akan datang. dan aku juga harus melawannya !

    *aku baca postingmu sambil dengar efek rumah kaca menyanyikan lagu tubuhmu membiru, tragis… bener2 berasa jadinya.

  14. iya,semua orang punya sakit jiwa-nya sendiri-sendiri. jadi kamu jgn trlalu cemas, kamu ga sendirian.
    kenyataan hanyalah merupakan masalah perspektif; hanya tentang bagaimana kita memandangnya.
    saya belajar dari teman saya soal ini: hidup mungkin sulit, tapi kita punya tombol memilih sikap

  15. Kata Mama …
    Emang setelah bunuh diri masalah selesai ??
    Sebelum disambut ma masalah akhirat, masih ada masalah kubur..
    Ditanya-tanya ma malaikat, untung kalo bisa jawab .. kalo nggak ..??
    Jleger… kena cambuk deh ..
    😀
    salam kenal yah .. ThQ buat postingannya yang mengingatkan kita pada-Nya ..

  16. Cerita yang getir..
    tapi tebingnya manis.

    Hm… suicide; itu bukan pilihan yang bijak karena penyesalan nggak akan pernah bisa membuat nyawa kita kembali..

    Nice post!🙂

  17. ngapain bunuh diri…
    ntar juga mati sendri..
    bukankah kita pernah dengar kalam ilahi
    bahwa dunia adalah ladang untk akhirat nanti..

    mati itu nikmat buktinya yang dah pada mati ga mau lagi kembali
    gila juga indah tanpa beban agamapun memaklumi
    hiduppun indah pa lagi demi cinta dan ridhoNya…

  18. @tuannico,
    ke settings trus discussion, di situ ada pilihan baru utk nampilin komen.
    tinggal di conteng aja ‘enable threaded (nested) comments’ lu pilih aja mo berapa levels deep-nya…
    trus bwt lagunya… jiaaahhh si niko, itu kan udah ai tambahin link donlotannya di postingan…
    tinggal klik Tubuhmu Membiru ajah..

    @anto84,
    om??? manggil siapa yah? sayah?
    saya masi muda,boi. belum om2…:mrgreen:

    @aribicara,
    setujuuu!!!

    @jee,
    huehehe… tragis ya…
    ya jee, keinginan sperti itu memang harus dilawan! smangat!

    @itmam,
    iya om…

    @cinderella ilang sepatunya,
    he eh. stiap org punya bakat utk jd ‘gila’, memang…

    @iwan,
    jadi referensi? ya ampunnn… tulisan ancur gak mutu begini???
    ya terserah kamu deh, gpp kok…

    @ezra,
    hehe… iya, banyak org yg jg depresi en pengen bunuh diri tp tetap bisa bertahan n make the best of their life.
    hidup itu sulit, tapi toh harus tetap di jalani, no matter what.🙂

    @muzda,
    hehe…
    iyah, salam ya buat mamahnya. butuh anak angkat gak? sayah mau… :mrgeen:
    slm knl juga bwt kamu (nama kamu persis nama temen saya deh)

    @lala,
    jeung,,,
    saya mau bunuh diri bukan karena saya menyesal…

    @mufid,
    iya pit, ntar juga mati sendiri…
    n moga2 husnul khotimah… amiin…
    *iya ya, yg uda mati pada betah bgt di sono sampe gak ada yg mau balik:mrgreen: *

  19. Saudara Mufid ini bisa aja, sebenarnya yang mati sich kepengen balik lagi (*bagi yang mendapatkan siksa kubur) tapi cuman gak bisa.

    Kan banyak baik ayat maupun hadist yang bercerita tentang keinginan kembalinya orang2 yang seperti itu!

    salam kenal aja buat mas Yoan……Mampir ya mas

  20. taukah kau kawan…bahwa ‘gila itu identik dengan kreatif”…
    banyak orang kreatif yag dianggap atau gila…
    namun jika tetep aja keinginan bunuh diri itu muncul kawan, jangan lupa baca tentang bagaimana cara indah bunuh diri di http://apiqquantum.wordpress.com/2008/04/18/cara-indah-bunuh-diri-gunakan-matematika/

    psikologjugamanusia,belajarpsikologuntukmenyembuhkandirisendirijugaokekok,hanyasaja kadangkitatidakmau mengakuimasalahapayangsebenarnyaterjadipadakita
    semangat!!!!

  21. Ada saat2 tertentu dimana pikiran2 gila menghantui kita, contohnya saya…sering kepikiran untuk jadi pengemis saja, nah lho… lebih jahat dari bunuh diri kan?

    Oke, keep spirit aja, yoan!

  22. temen saya juga ada yang seperti itu koq. bukan suicidal, bukan pula homicidal. hanya saja, ketia berada di ketinggian, dia selalu saja ingin melompat ke bawah.

    aduhai diajeng. efek lirik lagu memang bagus direnungi, dimaknai, jika dan hanya jika lirik tersebut bukanlah lirik yang abusif dan destruktif. dan memang benar, keberadaan iman atau apalah, kepercayaan mengenai hari peradilan, ditegakkannya infinite justice, exact justice atau apalah, you name it, bakal jadi tabir pelindung yang membatasi jiwa kita agar tidak luruh, kolaps dalam keputus asaan.

    dan aduhai diajeng, saya jadi sedikit bingung, apakah ini postingan iseng ataukah serius?😕

  23. The outsiders gathering a new day born, kata Rapid Eye Movement. Tp kadang kalau the outsider gathering ya, jadi sama-sama pusing. Seengganya pusingnya samaan. Haha. Dengerin Chris Martin nyanyi Fix U aja yuuuu….

  24. Eleuh2 Yoaaannn… what happened atuh cah ayu dewe?
    tapi bukankah kamu dari dulu sudah gila?😀 cuman tentang bunuh diri aku baru tau. Ojo sik Yo! aku masih pengen ngundang kamu di kelairan salah satu anakku nanti, aku masih pengen rebutan nama Bening utk anak kita (sik arep rebutan nama Bening ga?), Aku masih pengen merasa surprise ttg laki2 mana yg akhirnya berani dan sanggup melumpuhkanmu😀. Aku masih pengen kapan2 kita jalan2 ke ika dan nita, ketemu sama Jagad. Aku masih pengen melihatmu dengan minusmu yg makin tebal di belakang laptopmu dan kemudian kamu mjd seorang penulis/editor hebat sekaligus pemindai beberapa buku kesukaanmu.

    Ojo kepikiran bunuh diri Yo! Iyo kalo kamu bisa masuk surga, lha kalo ternyata nyawamu nyangkut dan malah ga mati2? malah kamu jadi makin gila karna selaput otak atau apalah yg ada di kepalamu itu pecah, lum lagi jantungmu yang dipaksa berhenti ternyata tdk berhenti malah kemudian menyiksamu? Mati yang biasa saja kata rasulullah suaaakiiittt, apalagi mati dengan cara gak wajar gini? (Ustadzah lagi ceramah :)))

    Sejauh ini, kamu lbh dari teman buatku. Bahkan kamu salah satu inspirasiku. Kamu salah satu yang buat aku selalu lebih kuat. Kamu salah satu rujukanku tiap kali ada kebingungan batinku. Dan aku yakin banyak yg anggap kamu lbh dari teman. Dan asal kamu tau, akan sangat menyakitkan bila kehilanganmu. Sumpah, suer, demi Allah ga gombal.

    Awakmu ki gawe aku nangis wae Yo! Wis ojo macem2. Ojo aneh2 maneh. Enek masalah diselesaikan, ojo kepikiran sing rusuh2 ngono. Untung awakmu juga sadar dengan lintasan pikiranmu yg gila. Semangat2 Yo! Kalo sampai suatu hari kutemui tulisanmu yg kayak gini lagi, aku akan sangat kecewa padamu. Huhuhuhu. Masa seorang Yoan kalah dengan pikirannya sendiri? Gak bangetttt…😀

    Luv Zu!

  25. @aden,
    iya saudara mufid memang ‘selalu’ bisa saja…
    salam kenal juga Aden..,
    *sayacapekmengoreksiorangorangyangmemanggilsayamasterserahkaliansajalah*

    @yudhistira31,
    ah, ya. krn terlalu ‘kreatif’ sampai2 malas melanjutkan hidup yang membosankan ini…
    but what the duck? *you may change the ‘d’ with ‘f’, whatever:mrgreen: * smangat!

    @oom rizky,
    om bener banget deh. eike setuju loh…:mrgreen:

    @tuannico,
    ERK emang mantep…

    @adyaswara,
    fufufu…
    jd pengemis lebih jahat daripada bunuhdiri?
    *no comments*

    @soulharmony,
    terimakasih…

    @fafaahmad,
    biasa saja kok. sudah banyak yang salah dan saya terlalu malas untuk mengoreksinya… :mrgeen:

    @infinite justice,
    ah kakanda, terimakasih banyak atas pengertian kakanda… *muntahdiataskeyboad*
    tulisan saya ini, kebetulan sedikit serius…😀

    @divansemesta,
    hha… benar juga pak! Lights will guide us home and ignite our bones…

    @aris,
    pean posting dewe ae piye? komen’e puanjang kali lebar samadengan luas:mrgreen:
    oyi, oyi. tenang ae. masih ada sisa2 kewarasan kok di kepalaku…
    *satusatunyamasalahkuadalahnggakpernahmerasakalaumasalahadalahmasalah*

    @cengkunek,
    hohoho…
    *segera meluncur ke TKP*

  26. Wach ada yang songong nungguin mas Yoan Mati………mending aku kabur juga ach, ntar malah aku lagi yang dikejar2 kalo penasaran…..

    *KaboooooooooooooooRRRRRRRRRRRRRRRRRRr*

    (bercanda)

  27. dari dulu sampe sekarang, saya selalu yakin kalo orang2 yang belajar psikologi itu orang yang cerdas; pinter; bisa tau banyak kepribadian orang.

    keknya Yoan juga gtu deh; paling ngga lebih kenal sama diri Yoan sendiri; buktinya ngga jadi bunuh diri kan?

    eniwei, kog bisa dapet inspirasi nulis beginian ya?
    uniq, bda sama yang laen.
    siippp….sippp….🙂

  28. @gerrilyawan,
    humm… bagus lah om kl gitu😀

    @diajeng,
    hoho…
    sipp, tengkyu diajeng…

    @kacrut,
    crut, yg elit dikit napa.
    masa pake tali???
    gak ada beauty2nya sama sekali sih…

    @tuannico,
    huehehe… emang uhuy banget ko…:mrgreen:

    @aden,
    ah aden, minta dikejer2 nih ama eike…
    *kedip2matasokganjen*

    @itmam,
    makasih om…

    @rayyahidayat,
    ah rayya bisa aja…
    *malumalu MODE ON*:mrgreen:

  29. Yo… masi blom bunuh diri kan **HISTERIS**
    masalahnya gue baru nyari kamera buat mengabadikan…kwakwakwakwakkk…

    Smangat, Yo!!

    Tepok pramuka **proookkk…proookkk**

  30. pernah dapet email dari temen “neng, bunuh diri kayana satu2 jalan keluar dari masalah gw deh” iihhhsss… langsung panik gw, di telp ga aktip, makin panik aja.. tp akhirnya bisa di telp tu orang, ternyata dia cm lagi bete aja.. sigh..

    huhuhu sudahlah, urungkan niatmu itu nak..

  31. @neng fey,
    fufufu… iya bu… setelah saya pikir2 saya masih pengen ngerasain surga di dunia dulu ah…:mrgreen:

    @hafid,
    okeh mas hafid…
    *senengnya tambah temen tiap hari…😀 *

  32. Pingback: Cuma Omong Kosong Tentang Hidup yang Menguap dari Kepalaku yang Pengap

  33. Bundir…
    Ga pernah terlintas dan mudah2an jangan pernah terlintas di fikiran gw.
    Toh ga usah bundir juga, jasad ini akan mati dengan sendirinya.
    Masih banyak ayat-ayat Allah yang ingin “kubuktikan” dalam hidup ini yang memberikan kedamaian unlimited kepada jiwa dan jasad yang bukan milik sendiri.
    Masih banyak tempat yang ingin kukunjungi, kulihat raut pemandangannya, kuhisap udaranya, kuraba guratan-guratannya, kutangkap gambarnya bersama gambar diriku dan kuaplot di internet buat narsis.
    Masih banyak aktivitas yang belum dicoba. Sayang euy hidup cuman sekali terus aktivitasnya monoton atau malah pengen mati. Daripada percobaan bundir, mendingan nyobain banji jamping, skydiving, cliff climbing atau pergi ke gunung himalaya.

  34. 1. Waras dan gila itu absurd
    Diagnosis amburadul:
    – Jenuh
    – Stress
    – High Self-Awareness
    – Neurosis Noogenik
    2. Saya pun ingin menjadi penghuni surga
    3. Bahkan seorang master Reiki pun diopname, walaupun berhasil
    menyembuhkan pasiennya yang lumpuh.

  35. Pingback: Against All Odds: Selusin Cicak di Dinding Kamarku « Cuma Omong Kosong Tentang Hidup yang Menguap dari Kepalaku yang Pengap

  36. Pingback: This Is Why I Don’t Want The World To See Me (Cause I Don’t Think That They’d Understand) « Cuma Omong Kosong Tentang Hidup yang Menguap dari Kepalaku yang Pengap

  37. Sebenarnya lagu ini menceritakan seorang pecandu narkoba/obat-obatan terlarang yang sudah tidak bisa membedakan lagi mana yang nyata dan mana yang tidak nyata. Tubuhnya bahkan jiwanya melayang entah kemana dan akhirnya dia pun mengakhiri hidup dengan bunuh diri, melompat dari ketinggian dan jatuh terkulai. Memaknai suatu lagu hendaknya tidak secara literal🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s