Wajah Cinta

Apakah cinta itu?

Pertanyaan itu sejak bertahun bahkan berabad lalu telah mengemuka. Jawabannyapun bisa sangat subyektif. Seorang yang sedang jatuh cinta akan bilang cinta itu indah, tapi seorang yang mempunyai pengalaman tidak menyenangkan dengan cinta akan mengatakan kalau cinta itu penuh dengan penderitaan.

Secara naluriah, setiap manusia adalah makhluk yang tidak betah kesepian. Oleh karena itu, setiap individu akan berusaha membina dan menjalin hubungan dengan orang lain, baik hubungan dalam bentuk persahabatan maupun cinta. Namun terkadang dalam menjalin hubungan tidak jarang terhalang oleh berbagai permasalahan. Semakin dekat dan tahu seseorang terhadap pasangannya dimungkinkan dapat memicu pertikaian. Dan bisa jadi sebaliknya, semakin seseorang tahu sisi positif dan negatif pasangannya, maka akan semakin dewasa hubungan tersebut, tentu jika hubungan didasari dengan kepercayaan.

Berikut pandangan secara teoritis yang mencoba mendefinisikan persahabatan dan cinta.

Persahabatan
Menemukan sahabat sejati bukanlah hal mudah. Persahabatan (friendship) merupakan satu bentuk hubungan dekat yang melibatkan kenikmatan (kita suka menghabiskan waktu dengan sahabat kita), penerimaan (kita menerima teman kita tanpa mencoba mengubahnya), kepercayaan (kita menganggap seorang teman akan bertindak untuk kepentingan kita yang paling baik), saling menolong (kita menolong dan mendukung teman kita dan sebaliknya), menceritakan rahasia (kita berbagi pengalaman dan hal-hal yang rahasia dengan seorang teman), mengerti (kita merasa seorang teman sangat memahami kita dan memahami apa yang kita suka), dan spontanitas (kita merasa bebas untuk menjadi diri sendiri depan seorang teman)

Bagaimanapun persahabatan beda dengan cinta, tetapi teman dalam beberapa hal memang mempunyai kesamaan dengan kekasih, hubungan dengan teman dipandang lebih stabil.

Cinta yang romantis (romantic love)
Disebut juga cinta yang bergairah atau ‘eros’, cinta jenis ini memiliki elemen seksual dan kekanak-kanakan. Seringkali mendominasi bagian awal suatu hubungan cinta. cinta jenis ini seperti konsep cinta yang dilantunkan lagu-lagi cinta yang hit. Cinta romantis adalah hal yang harus dipahami jika akan mempelajari cinta yang sesungguhnya. Cinta romantis merupakan alasan yang paling banyak digunakan individu untuk melangsungkan pernikahan. Cinta ini juga mempunyai kekuatan yang besar sekaligus bisa menyebabkan depresi.

Cinta yang romantis mencakup jalinan yang rumit dari emosi-emosi yang berbeda -ketakutan, kemarahan, gairah seksual, kesenangan dan kecemburuan-, yang kesemua emosi tersebut adalah positif. Menurut sebuah penelitian bahwa cinta romantis tanpa menyertakan dorongan seksual bagaikan melahirkan resep baru tapi meninggalkan bahan pokoknya.

Cinta penuh afeksi (kebersamaan)
Cinta yang penuh afeksi (affection love) disebut juga cinta yang penuh kebersamaan merupakan cinta yang terjadi ketika individu mempunyai hasrat untuk berada dekat dengan orang lain yang melibatkan perasaan yang dalam dan sayang terhadap orang tersebut. Cinta tipe ini menganggap bahwa cinta lebih dari sekedar gairah.

Terdapat kepercayaan yang tumbuh bahwa tahap awal dari cinta memiliki elemen yang lebih romantis. Tetapi, saat cinta terus bertahan, gairah berubah menjadi afeksi. Tahap awal dari cinta romantis dipenuhi dengan oleh campuran antara daya tarik seksual dan pemuasan, menurunkan rasa kesepian. Bersama dengan waktu, daya tarik seksual dan kecemasan semakin berkurang. Keunikan digantikan dengan keakraban. Saat sepasang kekasih telah melampaui keasyikan dengan keunikan, keadaan yang tidak dapat diramalkan dan pentingnya daya tarik seksual, mereka mengenali kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Teori Cinta Tringular ‘The Tringular Theory of Love
Menurut Sternberg cinta memiliki tiga bentuk utama yaitu gairah, keintiman dan komitmen. Gairah meliputi daya tarik fisik dan seksual. Keintiman adalah perasaan emosional tentang kehangatan, kedekatan dan berbagi. Komitmen adalah penilaian kognitif dan niat untuk mempertahankan hubungan.

Jika hanya ada gairah, maka hanya nafsu yang terjadi. Jika hubungan memiliki keintiman dan komitmen namun hanya sedikit gairah, maka yang terjadi adalah cinta afeksi. Jika gairah dan komitmen ada tetapi keintiman tidak ada maka ini disebut cinta konyol ‘fatuos love‘. dan hanya jika ketiga elemen cinta -gairah, keintiman dan komitmen- ada maka cinta yang kuat akan terwujud dan mencipakan sebuah cinta yang sempurna ‘consummate love‘.

D-Love dan B-Love
Menurut Maslow terdapat dua jenis cinta yaitu Deficiency ‘D-love’ dan Being ‘B-love’. D-love merupakan kecintaan kita kepada hal yang tidak kita miliki, dapat berupa keinginan dalam hubungan pacaran dan perkawinan yang mendatangkan kepuasan & rasa nyaman. Cinta seperti ini lebih mementingkan diri sendiri dan lebih pada menerima dari pada memberi.

B-Love didasarkan pada penilaian kita pada orang lain secara apa adanya, tanpa keinginan merubah dan memanfaatkan, memiliki ataupun mempengaruhi akan tetapi lebih bertujuan pada memberi gambaran diri positif, penerimaan diri dan perasaan dicintai yang membuka kesempatan pada orang lain untuk berkembang. (dari berbagai sumber)

Uraian diatas hanya sedikit mencoba menjelaskan dan mendefinisikan tentang apa dan bagaimana cinta. Bagaimanapun cinta sangat kompleks dan universal. Cinta tidak melulu hubungan antara lelaki dan perempuan dan kepuasan seksual. Selanjutnya bagaimana cinta ideal adalah sangat subyektif. Setiap individu selalu punya sesuatu yang unik untuk membuat cintanya tetap berkembang dan akhirnya menuju sebuah cinta yang sempurna. Semoga…

PERHATIAN:

Ini BUKAN tulisan saya [saya nggak sepintar ini :p]. Ini tulisannya teman saya yang termanis-tercerdas-tapi tidak terhina [dia yang minta deskripsi-nya ditulis seperti ini].

Dan saya cuma mau bilang, saya sayang kalian semua, teman-teman… Entah kalian percaya atau tidak…🙂

70 thoughts on “Wajah Cinta

  1. C.I.N.T.A….
    Cuma..INgin..Tau..Aja..

    C.I.N.T.A…..
    Cerita..INdah..Tentang..Asa..

    C.I.N.T.A…..
    Ciri..INsan..Terbuai..Asmara..

    C.I.N.T.A…..
    Cermin..Indah..Tiada..Akhir..

    *cin=kesucian…
    *ta=singgasana…

    ” CINTA ADALAH SINGGASANA KESUCIAN ”
    *percaya gak…??*

  2. haha.. tetap saja sayah bingung dengan pembahasan (yang mungkin) sedikit tentang ini…
    cinta emang kompleks sekali…😛
    gampang ditemukan, gampang dicari atau susah dihilangkan atau mungkin gampang dihilangkan… dan susah ditemukan😀

    • kata seseorang,
      cinta (seperti juga soulmate) tidak begitu saja ditemukan…
      they are made, proved, and tested. not found.
      *akumengutipmbakpitolagiiii*

  3. kalo udah ngomongin cinta, berasa jadi susah buat komen! susah kenapa, gak tau juga!hhhee..

    cinta…cinta…bisaa ajaa….

    *percayagakyamayo!?hhhee…

  4. cinta itu kompleks bgt euy… saya kadang garuk-garuk saking kompleksnya… *bukan krn ketobean apalagi kutuan ya, hihihihi

    Iyah, bener… ini emang bukan tulisan Mbak Yo… *manggut-manggut sok serius..

  5. maslow belum pernah mencintai sternberg

    sehingga maslow belum intim bahkan bergairah pada sternberg, begitu sebaliknya sternberg ga kenal definisi cinta apalagi being love nya maslow.

    namun satu hal, aku mencintai tanpa butuh engkau memberi cinta yang setimpal, bahkan aku tetap mencintai meski tak terbalas.

    *diem,menunggudilemparjumroh*

    • haha…
      iya itu teman saya…
      yah, dibandingkan dengan saya, tentu jauh lebih ‘narsis’ dirinya…
      skripsi-nya saja tentang ‘kepribadian narsistik’…
      :mrgreen:

  6. ahhh…dari dulu begitulah cinta…deritanya tiada akhir…

    *penyakit gila nmr 29, refleks menyebut kalimat itu saat mendengar kalimat cinta*:mrgreen:

    nyasar ke blog ini (walopun sering ga mudeng) trmsk sayang ga Yo?!🙄

    • ah, kau refleks menyebut kalimat itu kan karena kau masih bersaudara dengan Ti Pat Kay, anak muda…:mrgreen:

      ehm… :blushing:
      ituh… termasuk sayang atau ngga… terserah kamu saja…

      *muntahdiataskeyboard*

  7. saya sering tak acuh tentang apa itu cinta, mba yo.
    yang perlu saya atur cuma ekspresinya.
    berapa persen jika untuk sesama jenis atau lain jenis.
    lalu berapa persen untuk teman, sahabat, kawan baik, rekan kerja, dan sebagainya.
    tapi terus terang saya ngga bisa mengatur kalau bertemu dengan orang yang saya suka.
    semuanya tercurah… dan begitu saja tercurah.
    😉

    • ah ya, fid…
      terima kasih sudah mencurahkan semuanya untukku…

      *dilempargelas*

      huahahahha

      ups…
      hehe… kalo aku sih. when it comes to somekind of ‘romantic luv’… aku mundur pelan2… masih belum yakin kalo aku dan hatiku cukup mampu ‘menampung’ hal seperti itu…
      tapi kalo untuk keluarga, teman, sahabat atau orang2 tersayang lainnya, aku juga kurang lebih sama kayak kamu… semuanya tercurah… *jiaaaahhhh…*

  8. Cinta adalah kekuatan
    Yang mampu mengubah duri menjadi mawar
    Yang mampu mengubah cuka menjadi anggur
    Yang mampu mengubah sedih menjadi riang
    Yang mampu mengubah amarah jadi ramah
    yang mampu mengubah musibah jadi bahagia
    Itulah Cinta

    Sekalipun cinta telah kuraikan dan kujelaskan panjang lebar namun jika
    cinta kudatangi aku jadi malu pada keterangan ku sendiri
    Meskipun lidahku mampu menguraikan namun tanpa lidah cinta ternyata
    lebih terang, sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya

    Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai pada Cinta
    Dalam menguraikan cinta akal terbaring tak berdaya bagaikan keledai
    berbaring dalam lumpur

  9. cinta….ah selalu susah buat mendefinisikannya tapi akan selalu ada cinta yang tercurah untuk orang-orang di sekeliling kita.

    sayang itu untukku juga kan ??😀

  10. Ketika cinta bertasbih dan melantunkan ayat-ayat cinta maka yg terjadi adalah massa yang berkumpul ke bioskop terdekat,maaf ni kmentarnya kaga nyambung.
    Salam kenal..

    • sayah… ngga suka dua pilem ituh jadi ga ngerasain jadi bagian massa yg berkumpul di bioskop…

      salam kenal juga…
      silakan ga nyambung di sini…:mrgreen:

    • ah, andyan…
      cinta itu sebenarnya abstrak…
      belum pernah ada yang melihat bentuk aslinya seperti apa, adikku…

      karena katanya, cuma bisa dirasakan…

      *halah… ngomong opo tho aku iki…*

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s