This Is Why I Don’t Want The World To See Me (Cause I Don’t Think That They’d Understand)

GreatDepression

Tahukah kalian saya mati-matian melawannya? Tentu tidak, kan ada combantrin.. *lho?* Hhh… ya pastinya kalian tidak tahu karena saya tidak pernah memberi tahu *mulai mbulet*. Tidak mengerti? Yah sudahlah kalau begitu. Saya toh tidak bisa memaksa kalian mengerti (saya memang tidak punya hak untuk itu). Dan saya paham ketika beberapa bereaksi dengan kritik alih-alih dukungan. Mereka memang tidak mengerti kalau depresi bukan hal yang dengan mudah dapat kau enyahkan seperti menepis debu di pakaianmu. It’s never that simple, folks…

Mungkin saya mencari pemakluman, tapi kepala saya pengap. Butuh katarsis. Dan inilah medianya. Kalian hanya perlu meng-klik ikon ‘X’ di sebelah kanan atas layar di hadapanmu bila muak pada saya dan apa yang saya tulis…

Seringkali merasa tertekan dan sangat sedih tapi tidak pernah terlalu tahu apa sebabnya, kerap merasa sangat lelah tapi tak juga bisa tertidur, tidak lagi bisa menikmati hal-hal yang sebelumnya kau anggap sangat menyenangkan, terus menerus merasa bersalah dan tidak berdaya, tidak lagi peduli pada apa yang terjadi sekarang atau di masa datang, dan pikiran tentang bunuh diri yang terlalu sering menghampiri… Itu… beberapa ciri depresi. Tidak pernah mengalaminya? Bersyukurlah, teman. Depresi bukanlah hal yang pantas dibanggakan. Banyak orang malah malu bila didiagnosa mengalami depresi karena masih banyak yang menganggap depresi = tidak waras. Saya? Ah, saya kan memang hampir tidak punya malu…

Depresi seumpama gempa bumi yang melanda pikiran. Dan saya yang terlalu cengeng ini pun akhirnya memutuskan untuk terus menangis dan mencoba menikmati saja masa-masa depresi itu. Saya sudah tidak lagi peduli pada apa yang orang katakan kalau itu cuma kritikan. Kalaupun ingin teman, saya cuma mau bersama orang yang bersedia duduk diam di dekat saya ketika masa-masa depresi itu melanda. Menemani saya tanpa banyak bicara karena saya pun tidak tahu harus mengatakan apa.

Pada kalian yang secara sengaja atau tidak sengaja terbawa ke sini, saya minta maaf karena blog ini isinya cuma keluhan dan keluhan. Saya tidak mengharap kalian mengerti. Saya sepenuhnya setuju dengan ucap Subali menjelang ajalnya setelah dipanah Rama: “dunia beserta isinya ini terlalu luas sehingga tidak semuanya bisa dimengerti…”

Maka tidak usah memaksa diri kalian untuk mengerti… Hujatlah saja saya semau, semampu, dan sepuas kalian, karena faktanya, ada saat-saat saya merasa tidak kuat melawan ini semua… dan ingin mati saja…

138 thoughts on “This Is Why I Don’t Want The World To See Me (Cause I Don’t Think That They’d Understand)

  1. saya kira, postingan pertama setelah semacam hiatus = postingan yang ceria, ternyata gak. ada apa yo?

    mengerti, inget postingan saya ttg naruto. karena saya nge-fans ama naruto, saya mencoba mengerti yo dan postingan ini, pasti!🙂

    *welcomebackyo. semogadepresinyacepetcepetkelaut. kalobelum,nikmatinaja!🙂

    *salamsuperdansalamdangdut!

  2. depresi dan ingin mati ???

    pernah sih kyk gitu tapi ternyata se depresi apapun saya, saya terlalu “takut” untuk mati hehehe

    iy nih.. tak paham la apa yang dituliskan ?? jadi komen nya pun kacau la…heheheh

    • ai.. sudah awak bilang tak ape la tak paham. jadi tak ape pula bila kacau komennya tu… *kokjadimalay?*

      mati itu pasti, jel… jadi gak usah takut…:mrgreen:

  3. Semua orang sepertinya akan merasakan yang namanya depresi pada suatu masa dalam hidupnya. Saya sendiri baru2 ini sempat mengalami keadaan ingin menyendiri di pojokan, rasanya pengen teriak tanpa alasan yang jelas, dan merasa sendiri walaupun ada banyak teman di sekitar seolah mereka semua bergerak begitu cepat dan semua yang mereka katakan menjadi tidak terdengar.

    Sekarangpun sepertinya masih blm 100% normal, kadang pengen ada temen yang nemenin walaupun nggak ngapa2in sekedar biar saya nggak berbuat yg aneh2 tapi kadang juga pengen sendiri. Susah dijelaskan memang, untungnya pikiran masih cukup sehat sehingga tidak pernah berkeinginan untuk bunuh diri. Coba cari kesibukan untuk melupakan depresi itu. Sendiri dan do nothing kadang makin menguatkan rasa depresi itu sendiri🙂

    • hummm… iya sih, sendirian bisa jadi neraka kalo gak bisa dinikmati…
      tapi seperti kamu bilang di atas, walau ada banyak teman di sekitar, tetap saja merasa sendiri…

      kalo lg gitu pengennya bengong sama seorang teman di pinggir jalan, duduk diam dengan pandanganentahkedepan walau nggak benar2 memperhatikan apapun…

      tengs tama… 😀

    • husy husy…
      kopi mah ada ni. tapi kl ngerokok jangan deket2 saya ah…
      satu2nya orang yg bakal saya deketin pas dia lg ngerokok adalah mbak pito…
      *terobsesipadambakpito MODE ON*

  4. oalah mbak yoo.. *pentok2 pala ke dinding*

    opo karena daku yang masih minim sekali pengalaman yo jadi gak ngerti ma yang depresi2 begini.
    tapi kalo sumpek yo pernah.. sama guruku langsung disuruh wudhu, sholat, berdoa..🙂

    kalo ngomongin mau mati, mending inget2 bekal dulu kayaknya, lha setelah kematian ntar ada kehidupan lagi e… semoga kita meninggal dalam keadaan baik yuk, khusnul khotimah, amin..

    koyoke jek kusut deh iki, setrika lg ah🙂

  5. Ishbiri ukhtiy…

    mbak yo….bukannya anti yang ajari ana untuk tidak memperdulikan semua pokoknya kita tidak berbuat jahat dan ga ganggu orang dan senantiasa berbuat baik..?

    SEMANGAD mbak yo..!!!!

  6. waaaahhhh ada apa dengan yoan? koq ada combantrin ama bunuh diri segala…😆

    wahai sahabatku yg baik hati, rajin menabung dan tidak sombong… sesungguhnya tempat terbaik untuk mengadu dan berkeluh kesah hanyalah pada-Nya… janganlah engkau penuhi pikiran dan perasaanmu dengan semua hal yg berbau negatif…

    jika kau mengatakan sesuatu yg negatif… maka berhati-hatilah, hati mempunyai kekuatan yg sangat dahsyat… semoga engkau kembali k jalan yg benar wahai sahabatku😆

    • combantrin bisa dipake buat bunuh diri kalo abis minum trus lompat dari lantai 17, you know…😀

      humm… baik hati? ya kadang2 saya baik hati… rajin menabung? salah tu. saya mana pernah nabung selaen di wc… tidak sombong? ngga juga… *jah.. dibahas*

      terimakasih atas petatah-petitihmu, wahai kisanak yang sudah rela memanggil saya dengan sebutan sahabat meski belum kenal sama sekali dengan saya…

  7. yoaaaaaaaa………….!!

    ** menjauhkan semua hal yan9 akan membunuhmu,pisau,tali ato senjata apapun..

    yoa,menikmatinya boLe,menjalani fase ini den9an ritmenya..
    yoa,aku in9in..in9in sekali ada disampin9 yoa,meski hanya diam dan terduduk,tapi aku nda i9in yoa terus menerus seperti ini…
    yoa,…yoaa..ban9kit yooo!! lawan depresimu..cuma yoa yan9 bisa melawnnya..
    kami semua hanya bisa memberi dukun9an,supprot…
    yoaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn……..

    **cuma bisa nan9is dan BERDOA..

    yoaaaa,………?????

    ** akunda mau nan9isla9i..

    • err… wiend… kamu kok ngetik namaku kurang huruf ‘n’ ya…
      rasanya ga enak gitu kalo mangap2 pas bacanya…

      cup… cup.. wiend… udah nangisnya? kalo belum puas, ya terusin aja…😀

  8. Sedikit mirip sama aku. Aku orangnya gampang stress, mba yo. Sampe2 ibuku hapal. Kalo aku udah bilang kata “bingung”, ibuku langsung ngomong pelan2, suruh aku napas pelan, baru selesain masalah. Karna gampang stress, kalo ada tekanan dari luar yang [di]luar biasa[nya], depresi jadi hasil akhir. Tapi blum sampe tahap bunuh diri. Kalo lempar gelas pernah banged😀

    Mba yo mirip temenku. Dia orangnya baik, tapi karna “terlalu baik” jadi sering merasa bersalah. Jadi sering depresi. Kalo dia lagi depresi, dia paling suka ditemenin sepupunya. Karna apa? Karna sepupu yg nemenin di samping dia itu ngga ngapa2in. Ngga ngomong apa2, cuma nemenin sambil main2 sendiri..🙂

    • huehehe… aku sih kalo tahapan lempar-melempar itu sudah terlalui, phiy… *akulemparkursibukangelastapinya*

      salam buat temennya, phiy…
      been through this and still alive, and still want to get through this and still alive again… *apaansihkalimatgwkagakjelasbanget*

  9. hy sister
    what do you say?
    semangat SEMANGAT..
    aq jg prnh depresi dan satu2nya obat yang lumayan manjur yaitu CRY sepuas-puasnya!
    n lumayan lha efeknya walau 50% doank!
    jadi buat u cmn satu kalimat mgkn berarti ato tidak pasti dari semua depresi yang kita alami ada hikmahnya! dan ingat ya yang di atas sdh mrncanakan yang lebih baik for u,for me and the entire human race*ko jd kaya lgunya MJ*
    semangat ya sister!

    • hoho.. ya, kharin… thank you…
      yang di atas (apaan? genteng?) memang pakar rencana dan ada aja yang dibuatnya for u and for me and the entire human race…
      *ikutnyanyi*

  10. “teman yang diam sering lebih menyembuhkan daripada kata-kata nasihat”
    baiklah Yo, aku akan diam saja, kalopun aku komen disini itu hanya skdr absen saja. Bener kok Yo aku akan diam, bukannya ga mau kasih nasehat nih, tapi tahu sendiri kan kalo pengetahuanku hanya sebatas ta*😀
    ya sudahlah, aku akan diam Yo, tapi ngetik disini boleh kan Yo😆

    pamis sik ya Yo….
    smoga malam mu kan segera berganti pagi

    • aku pengen selalu malam, tant…
      kadang aku ga suka pagi datang karena ia terlalu terang dan semuanya jadi terlihat jelas…
      *yoh, jadi tukang ronda ae kono yo… jare tantri*

      mbok online ta tant…

  11. toss duLu ah. senasib.
    *peLuk*

    baikLah kakak yo.
    sayah akan diam dan duduk disamping mu.

    memang saat seperti ini kesendirian dibutuhkan.
    seperti nya ‘kita’ perLu mengaLami mati satu kaLi, atw bahkan berkaLikaLi. jika tak bisa, cukup dengan sekarat atw nyaris mati saja.
    sehingga ketika ‘kita’ hidup kembaLi tak akan pernah Lagi terpikir tentang kematian. taLi,pisau,dan meLompat terbang.
    mungkin.

    dan disaat begini mendengarkan orang orang yang tak mengerti berbicara adaLah sangat menjengkeLkan..
    (bukan berarti sayah benar2 mengerti)

    orang orang yang depresi menjaLani dan mengatasi dengan cara masing masing..

    semoga Lekas membaik.. *berdoajugabuatdirisendiri*

    dan sayah suka irish go go doLLs itu.

    • ah.. iya.. maaf ya mba.. sayah bukan bermaksud menasehati.
      tapi tu curhat sayah.. LagipuLa juga pernah menjadi renungan sayah..

      si om si tante : kata nya Lo mau diem ko ? koq daritadi ngomong terus ?
      tuannico : ah iy ? sayah kan diem ga ngomong apa apa.. ni kan cuma ngetikkata kata aja koq..
      *kabuuur*

    • pertama,
      terima kasih adikku…
      walau menurutku, untuk kasusmu kau sebaiknya mencoba pergi ke psikiater saja… jangan sampai dirimu jadi penghuni ‘Kurungan Nyawa’ *tau kan ko?😀 * karena yang nyata dan yang cuma halusinasi berbaur tak tentu…
      dan yah, semoga lekas membaik ya ko…

      kedua,
      emang lu itu nasehatin tah? *gakbisabedainnasehatsamaomonganbiasa*

      ketiga,
      iya terima kasih kembali…
      *pentungniko* apaan lu peluk2! bukan mahrom!😆 *kenapa emoticonnya wp jadi aneh gini sih ya…*

  12. aku rasa tulisan di blog ini tidak sepenuhnya dialami oleh empunya blog karena saudaraku ini keilmuanya psikologi maka ia menulis yang berkaitan dengan ilmu tersebut.

  13. yoaan….aku akan duduk diam mendampingimu, karena aku juga tak tau apa yang mesti aku katakan.
    kalau kow mau berkeluh kesah datanglah padaku….aku akan menemanimu walau tak yakin bisa membantu, tapi…di saat kow mengalami titik terendah…sahabat adalah tempat mujarab untuk meringankan bebanmu.

    semoga kow bisa melalui semuanya yo…kami merindukanmu🙂

    • huhu… terima kasih, ida…
      saya cuma bisa berkeluh kesah lewat tong sampah bernama blog ini, ida…
      terlalu sulit mengungkap semuanya lewat lisan saya…

  14. *karena-yoan-ga-terlalu-ngerti-inggris-setidaknya-biar-dia-buka-kamus*

    I won’t understand Yo, coz I didn’t know,
    and I am not you, those pain is yours to bear…

    But by sharing it, at least you didn’t let it rot inside of you,
    you let it divided

    And “some” people too has gone trough some pain that makes them want to die, so maybe they feel the way that you’re feeling right now, and if you
    writing it like this.. maybe someday, someway, somewhat someone will come here and said “Owh.. I am not alone….” and give you a loud hi-five since that person feels the same.

    OK? Cheers🙂

    *hi-five* *toss*

    • gila, saya bacanya kata per kata loh om… *nyengir*
      pinter bener si om ini bahasa inggris-nya…
      saya kalo nulis en baca inggris pake perasaan… rasa2nya maksudnya ini deh, gitu…:mrgreen:

      saya dulu bingung lah, artinya hi-five itu apah… ternyata toss toh…

      makasi ya om… tulisannya keren tapi tidak cukup lebay…😀

  15. Met Mlem.. Maaf OOT..
    Saya minta dukungannya di kontes ngeTop ngeTren yaa sob.
    Caranya gmpg banget,, cuma pokoknya kasih komentar di postingan saya..
    TeriMakasih sebelumnyaa..

  16. Pingback: [monoLog tanpa arah] « nikoniko foundation

  17. ikutan nyanyi aja deh gw…

    nggak tau namanya depresi atau apa…gw juga lagi ngerasa blank. eh nggak ding, justru otak gw kebanyakan pikiran. sementara prosesor udah mulai lemot….motherboard udah tua. bisa bisa crash nih…

    nyanyi aja deh….

    • nyanyi apa om? mbah surip?
      “tak gendong… ke mana2… enak tho? seneng tho?”

      mbah surip ki pinter yo, om…
      ngerti ae kalo kita memang selalu menggendong apa yang kita gendong ini ke mana2 walau kadang kita gak seneng…

      jah… ngemeng apaan si ni…

  18. Manusia bijak, tak akan menuntut untuk mengerti ketika dia hendak bersimpati. Tapi terus terang saya bukan manusia bijak.
    mbak, apa sih masalahmu?

    Tetapi saya tidak akan menambah bebanmu, dengan pertanyaan diatas tadi, jika itu sebuah beban. Sebab justru kebanyakan orang akan merasa ringan jika diberi kesempatan untk curah perasaan.

    Cuma satu saran saya, berhentilah memandang cermin! Hentikan monolog itu, bayangan diseberang sana tak akan bisa membantu. Kunjungi orang lain, orang terdekat tentu! Dan katakan semua yang ingin anda katakan.

    Maaf, panjang kayak postingan!

  19. saking depressed nya, mba yo sendiri mpe ngga muncul buat ngomenin komennya anak2…

    haha…

    *kabursoalnyangetawainorangyanglagidepresi*

    eh mba, nonton, yuk? nonton layar lebar kehidupan… sepertinya kita terlalu jenuh jadi pemain utama. kayanya seru kalo duduk diem di pinggir, ngga usa terima tawaran jadi piguran sekalipun…

    kita diem aja disini.
    ngamatin orangorang lalulalang.
    ngliatin yang satu lagi ngomong sama yang lain.
    ngebaca ekspresi orang yang lagi boong sama pacarnya.
    ngomentarin orang yang cuekin pengemis tua.
    ikut mangkel sama orang yang nendang pantatnya anjal loper koran.
    bete sama orang yang fanatik sama capres yang kalah…
    yuk?
    😀

  20. depresi ya,, sama niy kayanya.. hahahh depresi ko ikut2an:mrgreen:

    tapi klo untuk mati…,, sepertinya tidak.. nanti ku malah lebih depresi lagi di alam barzah sana.. karena keputusan untuk segera mati tidak menyelesaikan masalah apa2..

    tarik napas panjaaang2.. eits jangan lupa dibuang..
    anggap saja hidup ini sekedar mimpi..,, sementara tak kekal…
    mimpi yang sebentar lagi akan membuat kita terbangun..,, terbangun dari tidur panjang.. bertemu sang kekasih…
    *maapngelantur*

    -senang mba yo sudah kembali :D-

    • iya ih…. kenapa pada ikut2an depresi? hoho… mau nemenin saya yak? *ge-er*
      di alam barzah mah udah kagak kenal depresi kali… tinggal nerima siksa aja *sokkuat*

      tarik napas panjaaang… ups kok keluar dari bawah…😀

      *ikutsenang*

  21. HMM.. MBAKEEE YOAAAN NYANG BAEEEK.. BOLEH SAYA TANYA SEDIKIIIITTT… *BOLEH*.. YAYAYA… MA KASIH.. KALA DEPRESI DATANG ADAKAH TIMBUL RASA SAKIT DI KEPALA BAGAIKAN MIGRAIN YANG SANGAT SAKIT..
    SALAM SAYANG

    *kalau ya saya ada solusinya*
    *kalau tidak ada juga solusinya*
    *ditunggu khabarna*

  22. oh ya? apa solusinya, kang?

    saya belum berani konsumsi obat anti-depressan. paling cuma aspirin atau obat sakit kepala biasa kalo timbul nyerinya…

    • HMM.. BANYAK SEKALI KAWAN YANG MUDA YANG KEPEKAAN HATINYA TERBANGKITKAN.. MEREKA MENJADI MUDAH TERSENTUH HATINYA.. TAPI KADANG BERTOLAK DENGAN AKAL PIKIRANNYA.. DAN BIASANYA MENJADI SATU DEPRESI DAN DIIKUTI SAKIT KEPALA.. BAHKAN TERBAYANG ATAU DIKEJAR KEMATIAN.. HEHEHE.. BTW TENANG YAAA.. DI TEMPAT SAYA.. SURAT ANDA.. ADA ALAMAT EMAIL SAYA.. COBA TULIS LEBIH DETIL MUNGKIN ADA SOLUSINYA JIKA ALLAH MENGIJINKAN
      SALAM SAYANG SAHABATKU

  23. *Doohh..dalem nih kayaknya*

    Emang ga mudah buk menghadapi kenyataan. Semakin hari smakin ga masuk akal dan smakin menyakitkan. Dulu saya punya “obat mujarab” bernama narkotik. Tapi sayang itu udah gak mempan lagi. Dan skarang saya coba buat pura2 menikmati depresi & terus berpura2 menjadi pribadi yg hepi cmn agar orang2 terdekat saya ga ikut2an depresi.

    *hyahahaha…sok serius nih gw*

    YNWA deh buk…
    \m/

    • iyah pak. ga mudah menghadapi kenyataan (dan yg bukan kenyataan macam halusinasi).
      humm,,, purapura ya… ya ya ya… i know that. i’m good at it kok…😀

  24. wah..
    akhir nya muncuL juga.. *jogetjoget*

    pertama :
    waduh ? psikiater emang terpikir dari duLu.. tapi entah Lah sayah nya terLaLu takut.. takut kaLau ternyata sayah emang ‘kenapakenapa’.
    maLah ada yang nganjurin buat ruqyah tuh.

    trus kemaren petugas kurungan nyawa nanya sama sayah “tampan, apa kamu kenaL dengan yoanitawati si residivis rs ini ?”

    kedua :
    sayah juga ga ngerti tuh. cuma takut nanti dianggap nya sayah ini sok tau gitu berani berani nya berkomentar begitu..

    ketiga :
    ah kan cuma peLuk dikit .. *kenapentung* pLaaak, *kenatampar*
    *trusngasiduit*
    *kaburdikitah*

    • whohoh…

      pertama,
      enak aja lu ganti2 nama gw *pentungniko*

      kedua,
      oh, ngga kok ko.. sesama orang ‘sakit’ mah gapapa😀

      ketiga,
      *pentungtendanglemparnikopakemonitor*

      • pertama :
        hak asasi dong.. kata nya negara demokrasi.

        kedua :
        wah iya kakak senior.. hhi

        ketiga :
        *tangkepmonitor* cpu nya ga sekaLian ?

        kangen Loh mba perang perangan gini.. hhe.

  25. Dulu sy pernah merasa pengen bunuh diri juga karena merasa capai untuk hidup di dunia, merasa capai untuk menanggung teka-teki yang tak bisa sy jawab, tapi ketika menyadari bahwa hidup ini tidak hanya harus diisi untuk menjawab hal-hal yang demikian sy merasa sedikit terobati, terlebih ketika sy menjadi seorang fanatik dalam keyakinan. Menjadi fanatik itu kadang membahagiakan.

    Sekarang sy lagi membaca buku Imam Khomainiy (sy bukan syiah… bukan pula sunni) ada banyak hal yang bisa kita dapat darinya. Salah satu buku yang menarik itu tentang tazkiatunnafs… ini di bahas sama Aa gym, arifin ilham sama Rasulullah juga pastinya.

    Kadang, kita nggak menyadari bahwa kegelisahan yang kita alami itu muncul karena kita membiasakan diri untuk dipengaruhi bisikan-bisikan. Bisikan kecil bisa menjadi besar… sebagai contoh… swaktu menyalakan kompi kadang sy suka sedikit tegang untuk menyaksikan ada atau tidak adanya comment di blog sy…. kalau commentnya banyak dan commentnya itu baik buat sy… termasuk di face book dsb.

    sy kadang merasa bahagia dan terkadang bangga… tapi sy sekarang berusaha mencuci pikiran seperti itu… karena kebanggaan berlebih bisa menghapus perbuatan baik kita (menulis) disisi allah… jangan2 sy malah kepengen terkenal…..dan tahukah, kalau kepengen terkenal dan ternyata tidak ada orang yang mereken maka hal itu akan meyakitkan?

    bukankah ini salah satu bisikan untuk sy. Bisikan….

    Penyucian jiwa… berusaha menyucikan jiwa bisa membantu sy untuk menghidari bisikan itu…..

    Penyucian jiwa juga bisa menghindari kita dari pikiran2 yang merongrong kesehatan mental kita… entah kesehatan yang seperti apa…. tapi sy benar-benar yakin.

    Kadang melankoli ngebuat jarum jam menuju ke arah yang negatif… sy berusaha kembali ke kondisi normal…ke tengah…. ketitik ekuilibrium (orang bilang demikian), ke yin dan yang (dalam pengertian positif).

    Kadang berpikir tidak terlalu mendalam bisa juga dikatakan sebagai sebuah ‘teknik menyucikan jiwa’ dan bisa menjadi kelebihan manusia. Yoan pasti pernah baca Taiko. Bukankah tak terlalu memikirkan hal yang mendalam bisa ngejadiin Hideyoshi sebagai Taiko. Yah kalau disebelin ma orang, trus kepikiran. Oke lah, tapi nggak papa. Biasa aja. Kalau lagi sedih karna di cuekin orang, sedih nggak papa. tapi cobalah untuk menjadikannya biasa… sy juga kadang gt yoan.

    dan tidak berpikir terlalu dalam bukan berarti kita menghilangkan aksi untuk ikut meminimalisir ketidakfairan, ketidakadilan, kejahatan yang dibuat manusia..kembali ke titik tengah bukan berarti kita apatis terhadap banyak hal … tidak juga… itu cuma teknik untuk menjaga diri kita dari kekalutan aja.

    btw… Yoan,… bahkan ketika kamu membaca tulisan ini… kamu akan digoda oleh bisikan-bisikan…

    Pertarungan terbesar memang bukan di Badar, tapi di dalam jiwa manusia… Jiwa kita.

    Btw.. jangan tersinggung, karena sy hanya menuliskan pengalaman sy aja… bisikan yang kita alami pun bisa jadi saling berbeda… karena pengalaman kita tidak sama.

    Allah maha besar….

    • fufufu…
      mana bisa saya tersinggung kalo yg ngomong pak divan…😀

      iya pak, Allah Maha Besar…
      cuma Dia yang benarbenar bisa saya percaya…

  26. loh,..,ini ada apa toh ini? tenang..tenang. gak akan ada yg menghakimi kamu🙂 klopun ada, tutup aja kuping rapat-rapat. jgn mikir yg aneh2 ah. dosa😀
    yg kuat aja menjalani. gini deh namanya idup.🙂

    • hehe… iyah…
      ini kuping emang udah ketutup earphone. mending dengerin Maxim ato Bach deh daripada dengerin yg laen😀

      terimakasih… benarbenar terimakasih…

  27. Haduh, sad amat c mbak
    hdp cm sekali, jgn d sia2in
    kta dmasiv, syukuri ap yg ada, hdp adalah anugrah, ttp jalani hdp ini, melakukan yg trbaik..😉
    jgn menyerah!😀

  28. ikutan duduk diem ajah.. mungkin bisa ikutan menghisap atmosphere ini.. paling tidak asapnya sedikit berkurang..

    :halah bingung sendiri.. mau bantu tak bedaya.. duduk lagi ah.. diem…:

  29. Mbak Yo…
    Otak mumet mungkin karena kita sumpek ama lingkungan yang itu2 aja, ya ?
    barangkali ‘berjalan-jalan’ ke tempat lain…dunia petualangan…akan memberi suasana yang beda…

    sudah coba jalan2 ke gunung, mbak ? ato ke hutan ?
    ato ke desa yang masih hijau ?

    Semoga mbak Yo gak mumet lagi, ya..

  30. ah… u do know that once in a while everyone must pass this phase😉

    dan saya percaya sekali padamu tante, karna dirimu bisa dan mau mengenali si rasa yang ada dan menganggu itu, kau pun bisa berdamai dan mengatasinya😉

  31. kalo depresi….pergi kepantai…camping disana alias bermalam disana…nikmati suasana pantai…apalagi bersama teman – teman…wuhhh..pasti walo sehari semalam saja, dijamin lupa masalah di dunia untuk sementara…:D
    pulang dari pantai dah fresh bu..:D

  32. peluk lagi ah

    aku ndak ngerti perasaanmu *because i am not you

    but i know what it’s like, those feelings

    believe me, i know and i am in the middle of it
    when hurting my own self feels like in a paradise
    when i believe no one will understand and that’s why i dont want to share it with anybody, anyone….

    we can’t share the problems…
    but maybe we can just share the feelings and the anger

    when we ( me ) keep hating our ( me ) self

    • *pelukmacanlagisambilagakagakmewek*

      yah, can… that’s why i just feel that i really need to let them (the anger, the i-dont-really-know-what feelings inside) go…

      just like the-om-eru said up there: “by sharing it, at least you didn’t let it rot inside of you…”

      write it down here kinda soothe me a little😀

  33. Kadang ketika gue melihat sesuatu yang menyesakkan dada, bertumpuk, berlapis hingga terakumulasi dlm depresi.
    Menulis adalah terapi buat gue.
    Jadi mau ngeluh kek, mau ngomel kek, menulislah !
    Sebodo dgn yg baca
    ini kan terapi agar kita menjadi org yg lebih baik lagi🙂

  34. Assalamu’alykum

    Yah kadang may orang pernah merasa seperti ituh mbak uo..I knew it..tapi jika ingat bahwa kita punya Alloh dengan segala kasih sayangnya yang telah diberikan kepada kita..hidup ini bisa terasa lebih indah jika kita paham akan arah..

    wohh I’m coming mbak yoooo..

    pelukkkkkkkkkk….pelukkkkkkkkkkkk..muach muach dehhhh..>_<

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s