Purgatorio

Terbangun tiba-tiba pukul tiga dini hari tadi. Ah, hebat! Gelisah karena baru dua jam lelap dan tidak lagi bisa tidur setelah ini. Mau apa? Wong belum boleh sholat… :p. Setelah cengar-cengir sendiri, akhirnya saya malah menulis entri ini.

Pertama, maaf temans… Ternyata, saya suka terdistraksi. Lebih dari yang saya sadari. Yah, saya mungkin orang yang inginnya mengejar mimpi tapi terlalu gampang tergoda bujuk rayu dunia maya sampai-sampai melupakan esensi hidup sebenarnya (you got me this time, Jar! :salutetofajar:). Bagaimanapun juga, dunia ini adalah suaka Continue reading

Advertisements

Siap Mati untuk Kamu: Bukan Bohong Belaka

Pernah merasa bisa mati untuk seseorang? Belum? Saya sarankan jangan. Jangan pernah.

“Kalo ada apa-apa dengan mereka, kita bakal ngerasain dua kali lipatnya. Mereka bahagia, kita lebih bahagia. Mereka merana, kita lebih-lebih lagi kayak tai. Kebayang, nggak?” Persis seperti yang Bong bilang di Supernova: Petir, itulah yang saya rasakan.

Saya, siap mati untuk sedikitnya dua orang selama ini. Sialnya, yang satu malah Continue reading