Siap Mati untuk Kamu: Bukan Bohong Belaka

Pernah merasa bisa mati untuk seseorang? Belum? Saya sarankan jangan. Jangan pernah.

“Kalo ada apa-apa dengan mereka, kita bakal ngerasain dua kali lipatnya. Mereka bahagia, kita lebih bahagia. Mereka merana, kita lebih-lebih lagi kayak tai. Kebayang, nggak?” Persis seperti yang Bong bilang di Supernova: Petir, itulah yang saya rasakan.

Saya, siap mati untuk sedikitnya dua orang selama ini. Sialnya, yang satu malah mati duluan meninggalkan saya yang cuma bisa merutuki diri sendiri karena tidak sempat menukar nyawa saya dengan nyawanya. Saya malah terpaksa hidup menanggung sakit karena rindu yang kalau datang kadang bisa terasa menyiksa setengah mati. Melihat semua hal kesukaannya (termasuk jagung rebus) jadi bikin saya susah payah menelan tangis. Dan ‘bertamu’ ke depan nisannya cuma bikin saya marah-marah sama gundukan tanah yang saya anggap mewakili dia. Trus gak berapa lama, saya ngusep-ngusep air mata yang berebutan keluar deh *pentungdirisendiri*. Persis pasien RSJ *gelenggelengkepala*

Yang satunya lagi, seorang teman baik saya. Salah seorang yang kapanpun dan dalam situasi apapun akan serta merta membantu setiap saya menyalakan “lampu Batman”. Salah seorang yang saya tahu ‘menerima’ saya tanpa syarat apapun untuk jadi temannya.

Orang yang satu ini, bisa bikin saya jungkir balik khawatir setengah mampus cuma gara-gara dia nulis “yoan… nganu… aku… nganu…” di pesan dinding fesbuk saya. Walaupun saya yakin dia nggak akan bunuh diri, tapi tetap saja kalau dia sms “gw lg capek, yo. Capek idup… gw kayaknya…” jantung saya langsung berkontraksi lebih cepat dari biasanya. Membuat saya ingin merampas ‘pintu ke mana saja’-nya Doraemon supaya bisa cepat-cepat ada di dekatnya. Memastikan dia ‘tidak apa-apa’ meskipun kami berdua tahu dia mungkin tidak baik-baik saja.

Ketika ia jatuh cinta dan matanya seperti dipenuhi bahagia, saya juga jadi sering senyum-senyum sendiri. Saya berharap setengah mati supaya kebahagiaan itu kekal, bisa selamanya ia miliki. Tapi ternyata ia jatuh cinta pada orang yang salah dan sialnya sampai sekarang masih belum bisa lupa (a.k.a masih cinta) sama si brengsek itu.

Dan bisa kalian tebak, ketika ia merana, saya sampai hampir mati tersiksa. Saya marah sampai jantung saya serasa hampir meledak karena brengsek itu tega-teganya menyakiti teman saya. Saya benci si brengsek itu sampai tulang sumsum walau teman saya bilang ia sama sekali tidak bisa membenci lakilaki yang sudah membuat dirinya jatuh sejatuh-jatuhnya itu. Well, mungkin kalian anggap ini berlebihan. Gombal semata. Bohong belaka. Tapi pahit ini, saya yang rasakan. Dan saya tambah tersiksa mengetahui tidak ada yang bisa saya lakukan untuk membuat semuanya jadi baik lagi…

Jadi,temans, sekali lagi saya ingatkan. Kalau kalian belum pernah merasa siap mati untuk seseorang, lebih baik jangan. Karena yang pasti, kalau orang itu tersakiti, kalian akan merasa jauuuh lebih sakit. Dan kalau orang itu lebih dulu mati, kalian bisa saja jadi seperti zombie yang hidup hanya karena tidak bisa mati.

.

..

…saya ijin istirahat sebentar. HIATUS beberapa jenak. Maaf sementara waktu tidak bisa menjenguk dan bercengkrama di rumah kalian. Saya harus belajar untuk ‘ujian’ saya yang lain dan tidak ingin terdistraksi oleh apapun (kecuali kesibukan saya untuk tetap ‘bernapas’ dan berkirim email yang sayangnya tidak bisa diganggu gugat). Just wish me a good, good, very good luck, ok guys? Thank you…

*maafkalauadasalahsalahkataya… kadangsayanggaksengajatapikadangitudisengaja:mrgreen: *

37 thoughts on “Siap Mati untuk Kamu: Bukan Bohong Belaka

  1. siap mati?hhmmm…
    kalo saya siap mati duluan dari orang yang saya sayangi (baca : ortu) yo.
    kayanya ga kan kuat kalo saya ngeliat tubuh mereka kaku dan dibalut kain kafan…

  2. baru kali ini seperti melihat Yoan yang sebenarnya, setelah sekian lama membaca tiap ceritanya🙄
    maafkan aku Yo…..😦
    saiq aku rodo mudeng (kepekso mudeng sitik dink):mrgreen:
    walopun aku belum siap mati utk kawanku ini, boleh ikut hiatus ga Yo?!:mrgreen:
    Yasudahlah, aku yang memaksa menganggapmu kawan ini, hanya bisa tut wuri handayani, mendukung setiap keputusan yg menurutmu terbaik.

    wasss…jo suwi2 lho Yo😉

  3. wuih.. udah masuk tahap empati sama temennya ya.. hebat ituh..
    susah loh bisa empati sama temen..

    tapi kalo soal siap mati untuk orang..
    iya ah, jangan🙄

  4. Yo…, inginnya aku jadi benar² sahabatmu…
    Kau benar² sahabat yang baik…
    Hiks, aku jadi terharu seandainya yang kau ceritakan di atas itu aku (kok GeeR temen koen Yu??? )
    Btw, km gk lama² kan Yo meninggalkanku?
    Ooooh sahabat plekku, aku akan selalu merindukanmu. Kudoakan apa yang selama ini km impikan tercapai dengan hasil yang gemilang.
    Sukses ya bo’. Doaku selalu menyertaimu anakku. Jadilah kebanggaan orang tua, agama, keluarga, negara serta sahabat yang baru kau kenal dalam beberapa bulan ini (walah,tambahdowotambahgaknyambung):mrgreen:
    Miss u so much….

  5. ijin untuk istirahat? biarpun saya bilang tidak mengijinkan, kamu pasti akan tetap melakukannya kan?

    ujian yang lain, ujian kehidupan. bagusnya, kita boleh diijinkan untuk bertanya kepada teman, ortu, guru dan siapa sahaja yang kita anggap mampu memberikan jawaban untuk kita… itulah ujian kehidupan jeng. tidak mutlak tutup buku, tidak mutlak dilarang bertanya, kadang pilihannya tidak hanya A, B, C, D, kebanyakan pertanyaan jawabannya isian, bebas dijabarkan asalkan poin-poin dasarnya terpenuhi…

    ketika beban itu bertambah berat, jeng, kita jadi melengkung, dan sudah selaiknya kita boleh mencari sandaran… or whatsoever lah… selamat berhiatus sahaja, meski saya berasa kamu berhutang kepada saya, soal bakal membaca tulisan sampah saya…

  6. hehehe
    mau hiatus ngebahasnya kematian
    Ah tidak, kau kan baik2 aja😀

    siap mati untuk seserang
    saya pikir2 dulu

    salam ya buat sahabatnya yg seperti Batman itu😀

  7. Mungkin aku tak siap mati untuk teman …
    Yang pasti, bila ada temanku yang sakit, bukan aku mau menyakiti diri sendiri atau dirinya,, tapi yang kucari adalah si penyebab kesakitan itu… Nonjok dulu yang pertama, kalau badannya lebih besar… sakiti psikologisnya …😀

    PS : jangan lama-lama hiatusnya …
    Nanti bisa-bisa aku kehilangan keterampilan membaca tulisan tanpa spasimu itu🙂

  8. ah..atut ah….masak mati buat seseorang sih..nggak banget ah..mending mati buat agama dan negara…lebi dapet pahala..:D..hihihi
    lho..aku dateng, kok sekarang gantian kamu yang pergi yo….:(

  9. setiap individu mempunyai tanggung jawab hidupnya sendiri,bebas dan bertanggung jawab. tentunya Tuhan pun tak ciptakan kita sebgai tumbal untuk diri selain diri kita. Tuhan ciptakan diri ini untuk mandiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.
    disamping tanggung jawab pribadi terdapat pula tanggung jawab sosial yang konon katanya bersyarat. ach.. untuk kalimat yang terakhir aku juga blum ‘ngeh banget.
    mencintalah dengan tidak berlebihan, membencilah dengan tidak berlebihan pula.

    Good luck ka’ Yo… setelah psikolog, aku jadi klien pertama mu yach… neurotik akut…

  10. haduh… kenapa jadi banyak yang ngomong ttg kematian hahaha. aku juga baru posting yang judulnya ada kata2 mati.
    mau kemana mbak yoan ? jangan lama2 ya hehehe.
    soalnya aku udh kecanduan mampir dirumah mbak ini.

  11. Ahh mbak yoan…sekarang baru tahu akau cerita dibalik jagung rebus itu..

    Aku ga sampai mau mati gitu seh..tapi aku dulu punya temen SMA yang sakit ginjal…Aku baru tahu waktu aku kuls sem 1..bayangkan aku emang bukan teman yang baik..aku baru sadar klo dia sakit, harus cucui darah berkala dan ayahnya meninggal karena penyakit yang sama dari dia SD……

    lalu aku mengazzamkan diriku untuk mempelajari obat2an, thibbun nabawi, belajar bekam…dan ternyata aku ahrus kecewa saat tahu bahwa ginjal tak bisa diobati dengan bekam….Ahh teman afwan jiddan……

    Kepp fight yah….^_^

    SEMANGAT>>> Ayo kita menangkap ubur-ubur!!!!

    *maafmbakYojadiikitcurhatdisiniT_T*

  12. hhuw..

    siap koq. sampai sejauh ini si siap mati untuk “seseorang” itu..

    siap. tapi ga tau juga sih.. *kenapentung*

    Lah.. koq pada hiatus si ?
    sayah juga mau hiatus *rencananya*

    tapi gateL juga pengen ngepost dan waLking.. hahay..

    om..:mrgreen:
    saLam buat teman mu itu.. beruntung sekaLi dia punya teman seperti mu..
    :angkattopi*

  13. jangan siap mati untuk orang lain itu tidak baik . . . . . kalau mati resikonya besar lo nanti tidak bisa hidup lagi dan ndak bisa kirim coment ke blog lain hiks … hiks… salam kenal . . .

  14. humm..kalo saya siap berkorban, tapi tidak siap mati….tapi kalo nasib berkata lain bahwa saya harus mati karena berkorban ya mau bilang apa..heheheh..😛

    baru mau kenalan orangnya sudah haitus… :)…salam kenal yah….

  15. Meski aku gak siap mati utk siapapun atau apapun, tapi ingin rasanya aku bisa mengurangi beban yg ada di dirimu. Semoga engkau akan selalu baik2 saja kawan. (sedih juga karna kau tak muncul meski hanya utk sementara saja)

  16. Yoan…
    Yoan… (berdiri di luar rumahmu dan panggil² namamu)
    Ayo mbakyu dolanan….
    Aku sedih gk ada temannya maen…
    Aku tau sebenarnya kau pun juga merindukan aku.
    Sudah tinggalen sebentar buku²mu itu, ayo kita maen² dulu.
    Jalan² yuk Yo nang TePe ntar pulangnya makan donat Jco, aku yang traktir deh…
    Abis gitu, baru kamu belajar lagi….
    Aku gk akan ganggu kamu kok.
    Tak temeni dirimu, sebagai sahabat aku pengen kamu sukses.
    Ntar lek wes mari gantian aku ditraktir bancak’an mu.
    Oke Yo??
    Ayo Yo, sekarang ndang keluaro. Aku wes panasen nunggu kamu diluar dari tadi.
    Yoan…
    Yoan… (hiks😦 knp kamu cuma mengintip ku dari jendela kamarmu???)

  17. @irfan,
    saya juga ga siap ortu mati duluan, pan…
    tapi uda terlanjur…
    ya udahlah kuat2in aja…
    *sayagakjadihiatuslohpan…:mrgreen: *

    @tan3a,
    melihat aku yg sebenarnya?
    katakatamu ambigu dan mengandung makna ganda, anak muda…
    cepat jelaskan padaku!
    terimakasih telah mendukung keputusanku, tant…
    jangan lupa lihat saia… dukung saia… huahahaha…

    @phiy,
    lah udah terlanjur phiy…

    @wahyu,
    ah wahyu… kita sahabat toh? nanti kalo ada waktu aku benarbenar akan menyambangimu di kota mu..
    tunggu saja yu… mogamoga kamu nggak menyesal melihat aku yang mirip jin iprit…

    @dhilacious,
    iya neng dhila… tadinya…:mrgreen:

    @rayya,
    forever friends!

    @ezra,
    humm… ternyata it’s just not me… too much rest can kill, you know..

    @neng fey,
    jangan pernah deh neng…

    @infinite justice,
    aku bayar hutangku, kakanda! tunggu saja!

    @pututik,
    amiin…

    @achoey,
    iya… aku baik2 saja.. biar hujan badai menerpa… *halah*

    @muzda,
    waduh. jago kick boxing nih kayaknya si muzda…

    @prasetya yudha,
    tenang pras… aku kembaliii… mana tega aku tak menyepam di postinganmuh…:mrgreen:

    @mufid with capital letter,
    yang sedangsedang saja ya pit… *ingetlagudangdut*
    pit, doakanlah dulu kakakmu ini lulus ujiannya, bisa kuliah gak lamalama, setelah itu, gampanglah anak muda…

    @jee,
    aku juga kecanduan baca blog-mu jee…

    @shofiyah,
    yo’i! keep fight!
    semangat!

    @rayya,
    beli jagung rebusnya 10, mas…
    tolong anter ke kuburan adek saya ya…

    @krismansyah,
    ya kris. jangan deh. sakit rasanya…

    @dewi fatma,
    huehehe… saya nggak tau mbak… masi takut apa engga…

    @tuannico,
    nikoooo… sama aja ama lu nih… gatel pengen posting n blogwalking…
    maka mari kita sudahi saja hiatus tak berguna itu, anak muda!

    @masnoer,
    hiks… salam kenal jugag…

    @harsa,
    eh ini udah engga hiatus kok…:mrgreen:

    @fajarfadli,
    ya lu tau lah jar…
    tengkyu jar! semoga gue berhasil! amiin…

    @bocahbancar,
    ini belum melalui tapi saya jalanjalan lagi…

    @kenangamu,
    salam manis juga kenanga… *kedipkedipmatasokganjen*

    @magensaa,
    sama sar… balik ke indo atuh…

    @haryana,
    terima kasih har… kamu baik sekali…
    *sayamunculkembalikok*

    @wahyu (lagi),
    wahyuuuu….
    bukune wis tak tinggal yu… sek lek wis mari ujiane tak sambangi kosmu yu… insya Allah…

    @diaz,
    heheh… ya masih inget lah yaz… welkom bek yeuh…

    @irfan (lagi),
    udah enggaaaaaaaaaaaaa………:mrgreen:

  18. Saya pernah mengatakan pada Almarhumah Sassie… jika saja bisa seluruh sakit ya ia derita itu dipindahkan ke tubuh ‘pria payah’ ini, saya sungguh ikhlas menanggungnya untuk dirinya…
    Sebetulnya bukan soal rela mati demi siapapun, tapi dengan cara -cara yang baik, saya bersedia melakukan apapun demi kebahagiaan orang yang saya cintai🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s