“Untuk Mencintai Seseorang, Butuh Keberanian”

Saya baru selesai baca buku barunya Raditya Dika, Marmut Merah Jambu. Tidak seperti buku-buku sebelumnya yang amat sangat konyol mampus, buku ini agak “berat”. Raditya banyak bercerita tentang cinta. Humornya pun lebih halus. Kata-katanya banyak yang ingin saya kutip =)

“Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.”

Baca ini, saya miris. Siapa sih yang tidak pernah jatuh cinta diam-diam? Diam-diam memupuk harap, orang itu akan [minimal] menyapa kita. Diam-diam mendoakannya dari kejauhan. Diam-diam memerhatikan objek kecintaan kita dari jauh sampai kadang mungkin hanya dengan melihat sandalnya saja kita sudah sangat bahagia.

Lalu Raditya bercerita tentang belalang sembah. Setiap belalang sembah selesai kawin, belalang betina akan memakan kepala yang jantan. Yang jadi pertanyaan, kenapa masih ada belalang yang mau kawin? Raditya bilang, semua belalang jantan sudah tahu mereka akan mati setelah kawin, tapi mereka tetap mau kawin. Belalang jantan berani mati demi cinta. Hal sama berlaku pada hampir setiap manusia. Dalam hubungan antar lelaki dan perempuan juga terdapat bermacam risiko. Mulai dari salah paham, ngambek, marah, diselingkuhi, patah hati, sampai mungkin bunuh diri. Tapi, seperti belalang, kita tentu “tahu bahwa untuk mencintai seseorang, butuh keberanian.”

Maka jika kamu tidak cukup berani untuk mencintai dan membiarkan orang itu tahu kamu mencintainya, jangan jatuh cinta. Dan nikmatilah hidup ini sendiri saja =).

30 thoughts on ““Untuk Mencintai Seseorang, Butuh Keberanian”

  1. *menghapus curhatan yang terlanjur ditulis*
    fiuh~ sekarang aman:mrgreen:

    btw, mencintai seseorang klo menurutku nggak butuh apa2 kak
    yang penting ada rasa cinta, udah itu aja cukup
    beda lagi kalo ingin “mencintai dan dicintai”, baru itu butuh tambahan seperti yang dituliskan di artikel😛

  2. *melanjutkan yang difacebook*

    Cinta itu ditawarkan dalam beberapa paket, bungkusnya sih sama2 “CINTA” .. “Ce i en te a”😀😀, isinya aja yang beda-beda. Tergantung orang mau yang mana😀

    Yang jelas, CINTA yang sendirian ga asik Yo *poke* *poke*

  3. jleb!

    memang nggak asik, tapi kadang prakteknya nggak semudah teorinya. dan punya pertanyaan yg ngekor “Does the risk worth the result?”
    dan apakah kamu siap dengan resikonya? (ditolak ato dikawinin :P)

  4. Cinta butuh kebranian. dan ternyata ada banyak juga yang menikah tanpa cinta , namun di beri kecintaan kepada pasangannya setelah menikah. salam sehat.kunjungan pertama .salam kenal.

  5. Masalahnya adalah jatuh cinta itu nggak bisa dilarang, Yo. Kadang kita tau kita jatuh cinta pada orang yang salah dan otak kita memberi sinyal untuk berhenti mencintainya, namun hati berkata sebaliknya; terus memupuk dan menyuburkan cinta yang telah tumbuh. Gimana dong kalau seperti itu?

  6. wuah, susah mba. Jangan jatuh cinta tu kek ngelarang orang jangan kedip. Hehehe. Repot. Soalnya jatuh cinta ga diamau-mauin, tapi dateng sendiri😀

  7. sayah lagi nabung buat beli buku ituh…soalnya jatah beli buku bulan ini udah abis….sementara saya memang pengkoleksi bukunya raditya mulai dari kambing jantan sampai komiknya. Dan baca kutipannya disini makin pengen beli😀

  8. Setuju banget, mas…
    Mencintai itu butuh keberanian. Bisa dilihat dalam sejarah Cleopatra.
    Caesar butuh keberanian istimewa memboyong orang yang dicintainya itu ke Roma. Padahal di masa itu, orang Romawi dan Yunani sama saja – chauvinis banget plus rasialis…
    Hmm… jadi merenung lagi deh.

  9. Jatuh cinta diam-diam….
    suka dengan kalimat yang ini :

    rang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan.

    terasa dalam…
    dan
    berasa bukan raditya..

    *mbak YO…ini raditya yang nulis kambing jantan, kan ?😀
    takut salah orang….he..he..*

  10. hihihi,,, gak tw kenapa agak kesentil yah.. saya lagi gak punya keberanian tuk menciantai seseorang saat ini.. tuk saat ini lebih baik begini setelah tersakiti hati ini oleh sang mantan *laaah malah curcol!😆

    btw,, salam kenal mbak… ^^

    -fleur-

  11. beeehhh…
    jatuh cinta…
    –hmmm…
    bener, mak..
    jatuh cinta banyak resikonya… –banyak biayanya… criiing.. ($_$)
    –ngitung duit buat kawin ke belanda..
    –aduh biyuuungg…

  12. aduh cinta…cinta memang abstrak…kalau menyatakan cinta memang tidak terlepas dari kebernaian, tapi tidak luput dari insan manusia dengan watak yang berbeda….tergantung orangnya dan suasana….hahahaa

  13. So sweet yo….

    Kemaren ngobrol sama temen…masa dia bilang gini,

    cinta itu ibarat kentut, kalo ditahan bikin sakit perut, tp kalo dikeluarkan, meski malu tapi bikin lega….

    Siipp yo, aku suka banget tulisan ini🙂

    tapi jangan pernah mikir buat hidup sendiri ya yo…piiissss

  14. udah beli bukunya, tapi imho biasa aja, masih kurang nyentuh🙂
    sorry to say, radith… at least promosinya kali ini berhasil sampe sy tertarik untuk beli, haha

  15. belum kesampean beli ni buku yo. jadi cintanya yoan cinta yang belalang sembah atau cinta yang jatuh cinta sendirian?:mrgreen:

    *udalamagakkesini…

  16. Hmmm… pokoknya jangan cuman jadi pemuja rahasia deh.😉
    Ehm, ini cuman berlaku untuk cowok lho..😀 Sebagai cewek…. Hmmm… saya rasa tunggulah dari si cowok…😆

  17. saya tipe org yg takut jatuh cinta, ehmm karena saya takut sakit hati, itu sebabnya saya males berhub dg lawan jenis (pas masih skolah) pdhl temen2 sy wktu itu udh banyak, saya mikir lebih enak jomblo g ada yg ngatur, hehe

    sma sy dipertemukan sm suami sy, ohh ternyata gitu to rasanya cinta, ehmm bener banget “untuk mencintai seseorang butuh keberanian”, krn penuh tantangan

    tulisannya menyentuh😀

  18. aiih yooo..

    gue pikir buku radit yang pinky ini sama critanya kaya yg sebelumnya,makanya gue abaikan..

    ternyata radit da dewasa yaaa..

    **masuuk list,gue mau beli aah..**

    dan you know yoan,hemm jatuh cinta diam diam… hemm..

    **udahan dulu ya yo,komeng bergerilya gue,but gue seneng bisa liat yoan lagi🙂 ***

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s