Dan Kita Bisa Terus Tertawa

Hai, kamu yang di sana.

Betah sekali sepertinya. Tak ingin kah menjengukku sekali-sekali? Aku kangen kamu. Ingin sekali lagi menikmati gelap dan ngobrol sampai pagi, berbagi halitosis serta amoniak yang keluar tanpa malu.

Aku sedang entah. Seperti lelah digerogoti rindu rasanya. Ingin bertemu kamu tapi masih tak mungkin rupanya.

Bersediakah menungguku di surga-Nya? Bila kehabisan tempat, mungkin kita bisa nongkrong di pinggir jalan menuju surga. Berdoa saja, para malaikat terlalu sibuk mengurusi tetek bengek surga neraka sampai tak lagi sempat memperhatikan kita.

Dan kita pun bisa terus tertawa…

.

.

[ini tambal sulam dari tulisan saya bertahun lalu. saya lagi ga tau. ga bisa mikir.]


dan lalu, rasa itu

tak mungkin lagi kini

tersimpan di hati

bawa aku pulang, rindu

bersamamu…

dan lalu, air mata

tak mungkin lagi kini

bicara tentang rasa

bawa aku pulang, rindu

segera…

jelajahi waktu ke tempat berteduh

hati kala biru

dan lalu, sekitarku

tak mungkin lagi kini

meringankan lara

bawa aku pulang, rindu

segera…

dan lalu, oh langkahku

tak lagi jauh kini

memudar biruku

jangan lagi pulang

jangan lagi datang

jangan lagi pulang

rindu, pergi jauh…

dan lalu…

[Float – Pulang]

Akhrnya rindu itu memang tak lagi bisa dibohongi

dan walaupun pulang adalah duri termanis yang meruyak dalam nadi tiap pejalan,

aku tetap ingin pulang…

19 thoughts on “Dan Kita Bisa Terus Tertawa

  1. @andyan,
    silakan menikmati apa yg bisa dinikmati, anak muda…

    @macan,
    eh, kamu ada di sana toh ternyata…😆

    @omeru,
    sip, om. semoga aja kita semua dapet kavling-an yg lumayan luas di surga…

    @bundo,
    hoho… maap, bundo… saya juga sering mampir, tapi numpang baca doang di rumah bundo… =p

    @nico,
    atau bisa juga sambil makan bakso, ko…😆

    @asop,
    hmmm?

    @tama,
    soalnya katanya kalo orang bunuh diri ga bakal bisa ketemu sama yg matinya wajar, tama…

  2. huahuahuaa…
    mak yooo…

    sini… dodok.. dodok… dodok… kita bisa nyeruput kopi bareng… melihati pemandangan malaikat sedang wira wiri sambil cengar cengir ketawa ketiwi…

    nanti kalo dah bosan ketawa…
    kita bisa panen buah quldi buat kita jual ke neraka..

  3. aku selalu menjenguk koq, tapi tak mau menampakkan diri…takutnya dirimu malah jadi takut😀

    suatu saat kita pasti kan bertemu lagi….dipinggir jalan menuju surga itu mungkin🙂

  4. yup. yup. yup. aku di sini *tiut2 mikir….. ?@!!%$??*

    jengukin kamu…. *..sambil bawa kembang setaman..*😀
    jengukin aku juga ya,,,, @@??@@

    tapi ^minta^ sorry, aku gak bisa nunggu di surga-Nya….
    belum dapet tebengan sih…….. @#$$^%&@^%*&*(^%^$%

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s