That Thing

Orang kalo lagi jatuh cinta, polanya sama ga ya? Maksudnya, kalo saya lagi dalam kondisi itu, yang keliatan di mata saya tu cuma orang itu. Mukanya doang yang ada. Yang laen terlihat mirip dia, atau lebih jelek dari dia, atau cuma gabungan bibir, idung, dan mata di muka tanpa terlihat jelas raut wajahnya. Err… parah ya?

Trus, sama ngga sih, maksudnya, kalo saya lagi dalam kondisi itu, segala hal mengingatkan saya tentang dia. Saya juga jadi sukaaa banget ngulang-ngulang namanya, menyebutkan satu atau dua suku kata namanya meski cuma dalam hati aja. Trus apa yang ada di dirinya itu keliatan mengkilap, keren, nggak bercela, meskipun misal, kenyataannya postur tubuhnya kayak junkie dan rambutnya jigrak-jigrak kayak abis kesetrum…

Kenapa saya nulis tentang jatuh cinta? Sebenernya nggak kenapa-kenapa juga sih. Cuma lagi pengen ngerasain jatuh-bangun, pontang-panting, panas-dinginnya waktu lagi dalam kondisi itu aja. Pengen ngerasain sakitnya nahan kangen dan nikmatnya waktu akhirnya bisa liat muka objek afeksi kita atau ngerasa amat sangat bersyukur walau cuma bisa dengerin suaranya aja.

Sepupu saya pernah datang dengan teori ini. Katanya, apa mungkin, karena sering nolak orang, kita ini dikutuk? Waktu ada yang suka sama kita, kita muntah-muntah gak suka. Tapi waktu kita suka sama orang, orang itu yang muntah-muntah liat kita. Saya ngga mau percaya sih (meski sempet kepikiran juga =p), saya pikir mungkin karena kita memang orang-orang yang harus berjuang keras kalo perlu sampe eek darah demi mendapatkan apa yang kita inginkan. Atau bisa juga karena standar kita aja yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Well, intinya sih yang beginian ini harus ada aksi resiprokal, timbal balik yang melibatkan dua belah pihak yang berkepentingan. Nggak bisa cuma satu orang aja yang tergila-gila sementara yang lainnya lebih memilih ngutek-ngutek tai ayam ketimbang mencoba menjalani hal itu bersama.

Aslinya saya nggak punya kriteria khusus. Saya cuma mau manusia biasa yang rela dan tahan melakukan hal-hal biasa sekaligus luar biasa bersama saya. Orang yang mau mencatat sejarahnya bersama saya. Orang yang mau saya ajak belajar atau mengajari saya banyak hal yang belum saya ketahui. Orang yang saya bisa ngerasa nyaman deket-deket dia dan juga ngerasa nyaman deket-deket saya.

Ah, sudahlah. Lanturan saya ini murni karena usia saya yang sekarang sudah (lama) seharusnya memasuki tahap perkembangan selanjutnya. Wish me luck, guys. Beside a massive effort to get what I want,  a girl with (below) average face, body, skill, and brain like me, really really need a lot of luck *mrgreen*

Sekarang saya permisi, mau malu dulu…😆

[setelah mengamati penuh iri, seorang teman yang tampak begitu percaya, menggantung harapan setinggi surga, dan jatuh cinta segila-gilanya pada orang dari negara berbeda yang ia tidak tahu pasti kebenaran status dan keberadaannya]

29 thoughts on “That Thing

  1. wah,,wah,,baca ni post jadi inget curhatan tmen2. yang lagi jatuh cinta secinta-cintanya sampai gelap mata. udah ada bukti yang mmberatkan kalo laki2 itu ga bener,,tetep aja ga kliatan. kayaknya pendapat “cinta itu buta” salah deh,,yang bener “cinta itu membutakan”

  2. cinta…
    saya mah cuma kepingin diterima apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya, dengan perbedaan dan persamaan yang ada. ini saya, karakter saya.

    inget phiy di blognya (phiy.web.id), “semakin deket jarak sosial antara individu dengan individu lain, maka semakin besar ekspektasi antara individu-individu tersebut”

    *buruantante,sempurnakanibadahsegera!:mrgreen:

  3. Aaah, yang pasti saat waktu jatuh cinta itu adalah saat2 “ternikmat”…:mrgreen:
    Ngapa-ngapain serasa enak. Rasanya kita rela ngelakuin apa aja demi pujaan hati.🙂

  4. *kebetulan lagi ditindas client* jadi ikut mendoakan tante ponakan *doa orang tertindas kan manjur*

    Wkwkw, kalo saya punya teori mendapatkan apa yang
    tidak saya inginkan (padahal mungkin sebelumnya saya inginkan)

    Reaksi kimia dari jatuh cinta kadang menyebalkan, it disturb body
    functions :))

    Dan yaa.. i know how it feel to be cursed, teori sepupumu mungkin benar wkwkw

  5. iya, sampe skrg saya selalu menatap si pacar dan berpikir dia adalah cowok termanis sedunia. walaupun kenyataannya nggak.
    yang hilang cuma rasa deg2 serr-nya itu XDDD tp gak apa2, krn rasa deg2an dan grogi itu udah diganti dengan perasaan tenang dan nyaman setiap di dekat dia.

    saya suka sensasi jatuh cinta, walau sensasi itu selalu dibarengi dengan rasa sakit.

  6. Banyak teori tentang ‘cinta’, bahkan sebagian besar karya-karya besar manusia adalah bertemakan cinta. cinta itu rumit, kompleks, absurd,….

    tak jarang, kisah percintaan yang diwarnai dg perjuangan berat, melalui berbagai rintangan hebat, didasari rasionalitas dan akal sehat, hasil dari perenungan dan pendekatan yang lama dan komprehensif, toh…akhirnya bubar juga.

    kisah sebaliknya terjadi pada kedua ortu saya juga kakek nenek saya, mereka dijodohkan, tapi akhirnya mereka berbahagia, cinta datang belakangan, begitu kata mereka.

    salam.
    maaf lama gak berkunjung, maklum… 😉

  7. kalo lagi putus cinta, polanya juga hampir sama, Yo.
    Ingat si dia terus, kebayang-bayang wajahnya, tersiksa karena rindu tapi di cuekin, Ngeliat ayam kawin, sedih, kebayang si dia lagi selingkuh, ngeliat matahari terbit, sedih, kenapa matahari masih nongol padahal hatimu mendung…

    Yah..gitu deh! 🙂

  8. Tulisan Yo sangat menakjubkan..! bicara cinta yang diselingi ee darah dan tai ayam.. :whakaka:

    Jatuh cinta, rasa yang hanya Ar Rahim yang bisa menggetarkan.. bukan dirimu, bukan lelaki itu.. setampan apapun dirinya.

  9. secara psikologis, rasa suka itu semua berawal dari persepsi yang kita bentuk sendiri.. mungkin diawali oleh kesamaan ataupun dari berbagai perbendaan..

  10. kan ada lagunya tuw mba,, “jatuh cinta… berjuta rasanya….”
    jadi kayanya sulit buat ngedeskripsiin.. kemungkinan rasa yang dialami antara satu orang dengan orang yang lain samaan disaat sedang jatuh cinta,, karena ada berjuta rasa..😀

  11. yang jelas kadar cinta ketika mencari pasangan beda jauh dengan ketika kita menjalani cinta itu dalam ikatans ebuah perkawinan….

    yang jelas pengorbanan dan perjuangannya akan terasa berat ketika mempertahankan apa yang telah menjadi milik kita

  12. selamat melanjutkan pencarian Tante🙂
    someday~ Insya Allah akan ada juga yang bersedia berada di sisi dari mulai bangun tidur sampe tidur lagi🙂

  13. “Aslinya saya nggak punya kriteria khusus. Saya cuma mau manusia biasa yang rela dan tahan melakukan hal-hal biasa sekaligus luar biasa bersama saya. Orang yang mau mencatat sejarahnya bersama saya. Orang yang mau saya ajak belajar atau mengajari saya banyak hal yang belum saya ketahui. Orang yang saya bisa ngerasa nyaman deket-deket dia dan juga ngerasa nyaman deket-deket saya.”

    Like this mbak yoand😀

    Aku yakin, suatu kelak, di masa yang tepat, kita akan bertemu dengan sosok yang terbaik buat kita…

    InsyaAllah, masa itu kan tiba😉

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s