Another Nothing

Saya punya kecenderungan menyendiri dan menghindari keramaian. Saya selalu suka setiap kali bisa sendirian dan punya waktu untuk bersama diri saya sendiri. Saja.

Saya benci basa-basi. Saya tidak suka harus pura-pura tersenyum atau ikut menertawakan obrolan yang sama sekali tak lucu. Saya benci jika harus berhadapan dengan orang-orang yang perlakuan buruknya terhadap orang yang saya sayangi tidak akan pernah bisa saya lupakan. Saya tidak pernah bisa menyembunyikan perasaan tak suka saya, rasa muak dan ingin muntah bahkan meludah di depan muka mereka.

Saya sadar pada kecenderungan eskapis saya ini. Tapi lebih baik saya melarikan diri dengan menyendiri ketimbang harus bermanis-manis, atau (meminjam istilah seorang kakak) berusaha menanam tebu di pinggir bibir.

Tapi sore itu ketika melihat ayah saya dan ketiga adiknya bercengkerama dengan bahagia, mata saya dipenuhi iri. Betapa senangnya di masa tua mereka punya saudara-saudara baik yang saling sayang, saling mengunjungi, tempat mereka bisa saling berbagi masa lalu yang berakar kuat dalam diri mereka. Sementara saya hanya sendirian.

Saat itu saya tidak ingin pergi. Saya mau tetap di sana, menjadi bagian dari percakapan mereka. Meskipun itu membuat saya tidak bisa berhenti berpikir, waktu saya tua nanti, dengan siapa saya akan berbagi masa lalu?

Sore itu saya merasa benar-benar sendiri dan untuk pertama kalinya merasa tidak nyaman dengan kesendirian ini.

(See? I’m full of hate… What am I going to do with myself, I really don’t have a clue…)

Ini tadinya mau saya protek, tapi saya pikir, sudahlah. Toh yang baca blog ini sudah tau kalo saya memang nggak beres…

57 thoughts on “Another Nothing

  1. kebahagiaan itu menular kok, berkumpul bersama orang2 yg tepat bisa memberikan sedikit sinar dalam kegelapan. Ya walaupun ada saatnya juga pengen sendiri dan menikmati penderitaan itu (SM ya hehe)

  2. yoan…lama gak mampir kemari nih. maklum diriku juga sedikit puasa ngeblog😀 dan setelah sekian lama bener juga ternyata dirimu masih……nggak beres hahahaha….piss.

    tapi gw juga sering menyendiri kok…pergi sendiri gak jelas kemana. cuma memberi sedikit ruang dan waktu untuk diriku berdialog dengan…diriku.

  3. Ini tadinya mau saya protek, tapi saya pikir, sudahlah. Toh yang baca blog ini sudah tau kalo saya memang nggak beres…

    huehehehehehe… this part was the best mba! ada aja2 deh mba yo😛

    eniwei, saya kurang suka kesendirian di saat hati ini sedang sedih2nya.. butuh teman tuk meramaikan suasana agar mereka bisa membuat saya tertawa, bukan saya yg terpaksa tertawa krn ditengah2 mereka.. hehe, jd carilah teman2 yg bia bikin tertawa dg tulus mba.. gak pake basa basi, hehehehe..

    but you are not alone in here.. trust me😉

  4. Iya ni ga beres😐 tapi melihat banyaknya comment disini dan di status gw kemaren soal KILL KILL-an😀 mungkin orang2 ga beres itu banyak kali Yo😀

  5. You’re not alone, mbak. Ada saya yang juga sama ga beresnya dengan dirimu😆

    Saya sering ga masalah untuk sendirian, soalnya sendirian ga selalu berarti sepi. Tapi, saya takut banget kalau saya lagi sendirian dan tiba-tiba gelap. Saya takut gelap. Kalau udah dalam kondisi begitu, saya mengutuk kesendirian saya, berharap ada orang lain yang mau menyalakan lilin buat saya😦 #curcol

  6. Ah beres gak beres itu.. saya gak ada parameter untuk menentukannya. Soal sendiri? hakikatnya manusia memang selalu ingin berkumpul bukan?

    anw, seneng akhirnya blog ini dibuka lagi.
    Welkam back Yoan🙂 (walo rada telat siy hehehe)

  7. Sama deng mbak. Aku juga susah memaafkan orang yang nyakitin saya. well, tapi aku juga ga bisa terlalu sendiri. Bahaya. ga kondusif untuk kelangsungan hidup kalo aku terlalu banyak sendiri. Dan aku juga punya ketergantungan berlebih sama mr hubby. Serius. Berlebih.

    Kemaren denger berita istri yang ga bisa ngelepasin pegangan *secara fisik* dari suaminya? Tau kan mbak?

    Nah, kayaknya aku selangkah lagi dari titik itu.

    Well, though i already knew i will never end up alone, tapi rasa insecurity ini kayaknya melekat erat dan bakal jadi beban seumur hidup.

    u’re not alone sist. kita semua disini sakit. Sakit yang tak tersembuhkan.

    +hell, that was the drama queen who did the typing+

  8. forgive, baby. forgive the people who hurt you the most. and living the rest of your life with the smile on your face is the best redemption for anything that came after the hatred began.

    i can’t say that i’m best at it. i’m still learning to forgive myself. but a smartass-whom i don’t know who-said that only morons forgive and forget. the wise ones forgive but never forget.

    and sins cannot be undone, only forgiven.
    – Igor Stravinsky

    glad to have you back

    (=

  9. Yoan, kalo kata psikolog saya, nggak ada yang nggak beres. Semua orang hanya dilahirkan ‘berbeda’ dan untuk bisa hidup bersama, kita memang dituntut untuk menerima perbedaan orang lain.
    Salam kangen

  10. aku juga senang sendiri kok mbak yo. tapi kadang kala nggak bisa di pungkiri ketika “tidak senang” sendiri itu dtg gara2 iri liat orang kok akbrab banget ya. aku jadi mikir, mungkin aku rindu dengan ketulusan seseorang dlm menjalin hubungan.

    ayo semangat mbak !

  11. huuuaaaa yoan akhirnya bisa menemukanmu lagi😀

    kesendirian itu sangat nikmat, entah baru nyadar…dah beberapa tahun ini aku lebih senang mengurung diri dalam kamar, rasanya aku lebih bisa memaknai hidup dalam kesendirian.
    aaaah sama tak beresnya mungkin kita😀

  12. Kata sebuah pepatah “I’m alone like sun, when you get close I will burn you” (nyontek)

    ada saat2 orang ingin sendri, tapi bukan nya kita ngeblog untuk menghilangkan rasa kesendirian itu? *klo saya iya*
    saat ngeblog kita memperlihatkan pemikiran kita ke orang lain, dna dengna membaca posting orang kita melihat apa yang difikirkan orang lain.

    kata salah satu klub sepak bola “you never walk alone” (tapi saya ngak suka klub ini) Semangat kk !🙂

  13. kupikir mungkin perasaan sendiri itu lahir oleh karena dikau dihadapkan kepada begitu banyak hal-hal yang tak kau sukai di dunia ini. maaf, mungkin kamu terlalu selektif dalam hal memilih teman. atau, sekali lagi maaf, mungkin engkau merasa selalu engga level dengan orang lain. atau, maaf yang ketiga, engkau memang sudah engga beres dari sononya. hehehe…

    maaf (yang ke-4) jika tak berkenan di hati

  14. bener…
    yang nulis gk bener… yg baca juga sama..
    yang komen apa lagi ..
    hahaha…

    saya sepertinya jadi ketularan gk beres nih..
    tapi ya sudah lah…

    eh wan…
    gimana klo orang2 yang suka menyendiri berkumpul bersama-sama ??
    bisa gk ya ??
    hmmm…..

  15. Kalo mba yo mikirin tua nanti mau berbagi sama siapa, namanya bukan full of hate ko mba yo, namanya half hate:mrgreen:
    Ada bagusnya tu kalo bisa mengekspresikan ketidaksukaan. Ngga muna🙂

  16. indah ya..
    saat susah, kita bercerita, mendapat semangat…
    saat senang, kita percerita , mendapat banyak senyuman…

    klo aja setiap orang ngerasain enaknya jadi blogger…🙂

    salam kenal…

  17. dulu saya malah gak bisa menunjukkan ketidaksukaan saya mbak,, aku gak bisa menunjukkan kejengkelan, walau mungkin ingin.. akhirnya saya cuma bisa nangis di kamar, sendirian…

    sendiri, tapi jangan merasa kesepian..

    jadi bingung, aku yo gak beres ki mbak, dulin layangan ae nyokk!!:mrgreen:

  18. Tidak ada yang salah dari suatu apapun. Baik kesendirian maupun kebersamaan, jika ditempatkan pada tempat yang sepantasnya mungkin akan berjalan baik-baik saja. Seperti keterpaksaan Yoan melihat keluarga yang begitu indah dalam kebersamaan, kemudian menjadi suka dan tidak ingin keluar dari keindahan itu, berarti masih ada banyak perasaan baik dalam diri Yoan. good note…

  19. wewwww….Q sneng bca artikel ne…
    soal na Q jd ngrasa pny tmn, Q jg bgtu, g ska munafik
    Q jd srg dmrahin bonyok gr2 nmpakin mi2k g enk d dpn org yg Q g ska….

    tp Qt g bs sll bgtu mb, mb bner…
    hrz bnyk ltihan wat menatap dunia ^_^

  20. mak..
    duh..
    sini..
    tak peluk..
    tak uwek uwek..
    tak jadikan buntelan sarung…
    tak masukkan dalam kandang hamster…
    biar saya temenin lari lari..
    –kita nyangkul bersama sama lagi..

    :))

    –b.h.
    big huuuggss…
    –mari berpelukan sama arit..

    –hahaha..
    sukak ama peribahasa menanam tebu di bibir…
    –yaoloh..
    –sangar..

    jangan suka sendirian ya cik yo…
    gak baik buat daging.. (?_?)
    http://okitya.blogspot.com/2009/11/lone-ly.html

  21. lagian berat mba kalo musti nanem tebu dipinggir bibir,, hehehhh

    (See? I’m full of hate… What am I going to do with myself, I really don’t have a clue…)

    just stop to hate,, n do what u like… cuz.. live only once😉

  22. Semoga dgn kesendirianmu, kau mampu mengenali dirimu dan memantapkan diri utk tujuan pasti dalam hidupmu. Orang yg gak beres itu..hanyalah merasa bahwa dirinya sudah beres, padahal gak beres sama sekali… Semoga apa pun itu yg menjadi masalahmu, akan cepet beres yaaa…😀
    aku berharap, komentku ini ada sedikit beresNya…

  23. Smua org punya gayanya msng2 mbak.. sy suka dg orng2 yg apa adanya.. tnang mbak ga ush khawatir klo mw brbagi crita msa lalu..psti muasihh banyak org2 d skeliling qt yg bs diajak berbagi..ga msti saudara khan?? sya juga mau..hehe..:mrgreen:

  24. sendiri. kesendirian itu memang menyenangkan.
    tak perLu berpurapura seperti ketika berada di tengah orang2 Lain.

    kesendirian itu memang menyenangkan.
    menikmati pikiran dan dunia miLik sendiri.

    -komentar yang sama ga beres nya
    :mrgreen:

  25. Saya seneng baca tulisan-tulisannya mbak. Lancar betul. Saya jadi ngiri, pengen bgt bisa ceplas-ceplos bebas kayak begini. Salam kenal ye.

    rex

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s