Am I Part of The Cure, or Am I Part of The Disease?

Saya lagi-lagi bertemu 31 Desember. Jatah umur saya berkurang lagi (dan saya bersyukur belum mati karena bunuh diri). Tahun ini cukup baik pada saya. Pekerjaan baru (yang cukup saya sukai) di awal 2009 (meskipun dengan status yang tidak jelas dan job description yang juga tidak jelas, tapi ketidakjelasan itu ternyata tidak cukup untuk membuat saya mengulangi kejadian di tahun sebelumnya, dan syukurlah di akhir tahun ini semuanya menjadi lebih jelas =)). Beberapa orang baru datang dalam hidup saya, dan beberapa pergi entah ke mana karena kebodohan saya atau kebodohan mereka, atau kebodohan kami semua, atau hanya takdir, atau entahlah apa sebabnya.

Well, pada orang-orang yang pergi, percayalah, saya paham. Tidak mudah berteman dengan saya, yang hampir tiap pagi terbangun dengan perasaan ingin bunuh diri. Dengan mood yang melonjak naik dan tiba-tiba turun semenit kemudian. Memang tidak mudah mencoba mengerti apalagi menerima saya apa adanya. I know. I never blame you. I don’t blame myself either. I don’t like blaming, but I do like reading, hiking, and sleeping *eh?😆 *

Sejujurnya, sampai setua ini, saya masih saja sering bingung. Saya masih saja banyak bertanya tentang apa yang sebenarnya saya inginkan. Dan sejak bertahun-tahun yang lalu, saya kerap menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini pada diri saya sendiri. Am I part of the cure, or am I part of the disease? Apakah manfaat hadirnya saya dalam dunia ini? Apa yang sudah saya berikan pada dunia? Apa selama ini saya cuma bisa numpang hidup gratis di muka bumi dan ikut menghabiskan jatah beras dan air bersih tanpa memberikan perubahan apapun? Apa selama ini saya terlalu sibuk bernapas sendiri dan mengacuhkan usaha orang lain untuk tetap bernapas dan hidup dengan layak? Atau selama ini benak saya terlalu penuh dengan pikiran tentang bagaimana bertahan hidup tanpa memperhatikan dunia di sekeliling saya yang tertatih dan berdarah-darah mempertahankan hidupnya…

Selama ini saya, dengan bodohnya, mengisi hidup dengan ketakutan-ketakutan irasional. Dengan bodohnya, saya juga menolak berubah dan memilih larut dalam kesedihan. Dengan bebal saya menikmati melankoli yang mengalir deras dalam aliran darah, menjadi terlalu sensitif dan menangis kapanpun saya mau (menangis memang kadang bisa menjadi sarana pensucian jiwa, tapi tidak jika kau menangis sembunyi-sembunyi hampir tiap hari di hadapan monitor tanpa kau benar-benar tahu apa sebab kesedihanmu…).Saya tahu itu tidak sehat, tapi saya belum bisa berhenti. Bisa bantu doakan saya supaya waras sedikit?

So, what is my birthday wish? Sejujurnya saya tidak terlalu tau. Saya lebih sering merasa tidak menginginkan apa-apa selain bernapas dengan tenang. Tapi kalau ada yang bisa menjamin saya mendapatkan my birthday wish, maka saya cuma ingin satu, seperti yang dinyanyikan Dee dalam Curhat buat Sahabat. Itu saja. Cukup.

Hhh… That’s it. Akhirnya, terima kasih, untuk kalian yang tetap di sini dan tidak menyerah menghadapi saya. Meski kita tidak akan pernah bertemu di dunia nyata,  your friendship means so damn much to me. Thank you… =)

30 thoughts on “Am I Part of The Cure, or Am I Part of The Disease?

  1. wahh..jangan pernah menganggap kita tidak tidak berarti di dunia ini,
    karena bukankah setiap orang yang lahir sudah dikontrak untuk memainkan peran yang berbeda dalam kisah hidup ini?
    dan sekecil apa pun perannya, sudah pasti itu sangat berarti.
    happy bday.. n happy new year!

  2. Entah kenapa bagian yang nyangkut di kepala saya yang uda penuh ini cuma kata ‘Tua’ nya😐

    Happy new year n happy birthday, ah you are disease for some, and cure for some

  3. senglamat ulang tahun.
    Semoga cepet waras yo hehehehehhe.
    tapi doa saya cuma tetap menjadi sebuah doa tanpa ada keinginan dirimu untuk berhijrah.

    selamat berproses untuk hijrah

  4. yoaaaaaaaaaaaaaaaaann..

    maaf aku baru sin99ah nda tau jia suda dibuka😦
    btw happY belated besdey yah **hu9z.. semo9a wishnya will be come true,kita beda 2 hari yo😀

    and happy belated new year too..

    hapus semua ketakutan dan ketidak jelasan itu yoan,kita son9son9 hari ini dan esok den9an SMAN9AD BARU..🙂

  5. i used to thinking about myself that way
    tp saya jg sering “diingatkan” betapa beruntungnya saya ketika teman2 saya muncul dgn masalah2 dan problem yang jauh lebih berat, atau ketika melihat teman2 saya yg sangat pede dan menikmati hidupnya pdhl di belakang mereka banyak orang yg membenci mereka (dan saya merasa sangat kasihan pd mrk)

    God gives us more than what we see, menyadari itu membuat saya mjd lebih positive thinking. saat merasa kesepian, saya berpikir berapa orang yang merasa lbh sepi dr saya. membayangkan di luar sana ada org yg merasakan hal yang sama, membuat saya lebih kuat😀

    happy belated bday ya😀

  6. cikyoo..
    selamat ulang tahuunn…

    ahahaha..
    gw menggelinjang karena akhirnya blog ini gak private lagi..
    yaoloo…
    ntar ya..
    mau salto salto kegirangan dulu..
    cauuu…

    —-yihaaaa… teriak teriak girang…
    orang gilaaa… orang gilaaa…

    moga tahun ini lebih baik dari sebelumnya ya djeungg..
    big huggs…

  7. happy birthday mba yo….🙂🙂🙂🙂🙂
    wish you all the best!
    tenang saya ga khan kabur dr dirimu, cuman kadang2 suka ngilang aja ga jelas aja, hihihihi…

  8. saya sering baca postingan tante tentang mati, bunuh diri, ketakutan irasional dan sejenisnya, khas-nya yo. dan saya doain semoga dirimu ‘waras’ sedikit yo.!:mrgreen:

    tentu semoga jadi lebih baik lagi. masih inget kata-kata dari tante, hidup ini seni. bukan begitu!?😀

    *selamatmenjadituatanteyoan!:mrgreen:

  9. “Am I part of the cure, or am I part of the disease?”

    that’s nonsense. someone’s cure could easily become other’s disease. the world where we are living is very unstable, just like that. and nothing that’s really pure in this world, everything has mixed amount of good and bad, believe me.

    “Meski kita tidak akan pernah bertemu di dunia nyata, your friendship means so damn much to me”

    is this applied to me?:mrgreen:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s