Seorang Malaikat Berdiri di Atas Loko

Seorang malaikat berdiri di atas loko, seorang malaikat berdiri di kereta api malam yang kosong dan berjalan pelan, di sepanjang Latuharhari. Seperti seorang yang sesat tapi kau kenal. Seorang malaikat yang tertegun pada kilau rel, seorang malaikat yang melihat lampu-lampu seperti ia pertama kali melihat sederet bulan bertengger, dan merasakan sesuatu yang mirip kesedihan (tapi mungkin juga bukan kesedihan). Ah, pasti aku ingat film Wim Wenders, kataku dalam hati, dan aku seakan mendengar ujarnya, dengan suara rendah, menyebut sesuatu. “Kebahagiaan?” Ketiadaan?”

Bagaimanapun aku melihat seseorang malaikat berdiri di antara tujuh perempuan yang menunggu, di tepi besi hitam. Tapi deret gerbong itu menjauh, dan pelacur itu berkata, “Bahkan dosa kita tak akan diterima.”

.

..

…Sajak Goenawan Mohamad, 2001. Membuat saya merinding ketika ia menanyakan kebahagiaan dan ketiadaan. Dan gigil saya bertambah saat para pelacur malang itu tersadar bahwa  kereta malam (dan sang malaikat) juga meninggalkan mereka. Menyisakan perih yang getir karena tahu bahwa mereka tak pernah dianggap ada…

**sekali lagi dikuasai melankolia**

58 thoughts on “Seorang Malaikat Berdiri di Atas Loko

  1. malaikat itu pun mencabut nyawanya
    ketika jiwa berbaju kemunafikan
    ketika jiwa terhempas dalam dosa
    ketika jiwa menghanyut dalam keputus asaan

    Kawan hempaskan saja jiwa itu
    kalau kau tak mau nerakanya

    Oke malam ini seperti biasa dalam kesendirian
    Siapapun engkau datanglah – datanglah mengapai mimpimu
    dalam kesendirian

  2. “Bahkan dosa kita tak akan diterima.”
    “Bahkan setan tak mau mengganggu kita.”
    “Bahkan bumi tak mau kita tiduri.”
    “Bahkan neraka pun tak mau menerima kita.”

  3. agrhh!..

    asem.. sajak yang keren mampus..
    fuiiihh…

    “aku meLihat maLaikat di samping monitor dan menggenggap cpu..
    LaLu berkata.. hiatus Lagi Lah kau itu..
    aku tersadar.. oh, iya juga ya?”

  4. aduhay adinda… sungguh prosa yang bagus setengah mampus! pertanda bahwa bakat terpendammu sudah naik ke permukaan, unjuk diri di hadapan khalayak ramai pula…

    jah, dan sebegitu dahsyatnya perasaan pilu itu ketika jiwa kita tak dianggap, diacuhkan, diabaikan, hingga dosa kita pun tak diterima…

    dan semoga kita terhindar dari celaka yang paling celaka ini, duhay adinda… ketika langit tak sudi lagi menerima amalan kita, lalu untuk apa kita berlaku setiap harinya…?

    *tercekikolehperenungansendiri*
    *mengacungkanduaibujaribuatadindayoan*
    *pias*
    *pingsansambilsedikitberasasnewen*

  5. Iwwwaaaaooowww…

    **mikir2** kalo dosa ama pahala ampe gak diterima, trus gue bakal masuk manaaaaa… manaaaaa… KEMANAAAAA Yoooo….

    **telenovela mode:ON**

    mule sekarang cita2 gw tambah satu ah, selain jadi anak yg gemar menabung, gw bakal bertemen ama malaikat…

    **proookkk…prookkk…**

  6. @kawanlama95,
    malaikat itu masih di sana sebenarnya,
    terheran-heran melihat tingkah manusia,
    bertanya-tanya mengapa manusia penuh purapura…

    @adhieputra,
    yupz, zetuzu! om goenawan muhamad emang keren banget…

    @itmam,
    dosa ga diterima, pahala ga diterima, ga diterima surga, ga diterima neraka,
    mau ke mana? kalau bisa ongkang2 kaki di tengah2 keduanya sambil merokok dan menyeruput kopi sih masih lumayan lah…

    @tuannico,
    hoho… saya juga berpendapat begitu…
    ah, ya… kau bilang kau mau hiatus, ko… pasti tak kuasa menahan godaan online ya…:mrgreen:

    @infinite justice,
    ah kakanda… itu sajak goenawan muhamad. aku cuma menyumbang paragraf terakhit tulisan yang sama sekali tidak penting… tak menyimak tulisan ini rupanya kakanda *purapuramerajuk*
    tapi kakanda benar. pedih sekali pasti rasanya diabaikan oleh dunia dan akhirat sekaligus *biarpunsayayakinTUHANhanyapurapurarabun*
    kakanda, punya penyakit tibatiba pingsan kah engkau?

    @muzda,
    hehe.. iya muz, saya langsung browsing tuh:mrgreen:

    @achoey,
    tul, om… yg berkah pasti lebih indah. tp bagaimana kalau pilihan telah tercerabut dari hidup mereka?

    @jee,
    apa itu jee? kebahagiaan? ketiadaan?

    @artasastra,
    humm,,, hayo… siapa yg unjuk tangan??? ngaku!

    @cebonk,
    kalo boleh nongkrong2 doang di tengah2 lu mau ga, bonk?:mrgreen:
    jangan lupa baca doa ke mana2 ya bonk biar ga ditinggalin temen2 malaikat lu…

    @yoana,
    yups, indeed…

  7. hmm,,
    ternyata mbak Yoan penggeman goenawan muhamad,, pramoeya juga kah??
    pelacur pun bisa diterima taubatnya dengan keikhlasan diri untuk berubah…
    masih ingatkah ketika mengkaji di surau mendengar pelacur yang memberi minum anjing??

    *mirisdengantragedidinegeriini*

  8. Saya pikir… setiap orang bertanggung jawab untuk kehidupannya…
    Hidup adalah pilihan… menjadi pelacur atau ‘wanita hebat’, adalah pilihannya…
    Sekalipun saat ini dia seorang pelacur… dia ingin tetap menjadi pelacur atau berhenti dan mulai menata hidup yang baru… Itu juga pilihannya…

    Jika dia memilih berubah (Bukan jadi Ksatria Baja Hitam atau Power Rangers Pink loh mas Yoan – musti ditegesin nih, soal nya Mas Yoan kan rada miring… wahahahaha….), memang benar, masa lalunya nggak akan serta merta terhapus atau bisa dihilangkan begitu saja…

    Tapi dengan cara itulah, ia diuji… apakah kembalinya dia memang ‘dengan segenap kesungguhannya’, ataukah cuma sekedarnya saja…

    Dan saya percaya, sekalipun dia pelacur paling hina sekalipun (dimata manusia), jika ia telah ‘sungguh kembali’… Tuhan Maha Penyayang kok… dan malaikat juga gak akan ninggalin dia…. *Kecuali Malaikat naik Kapal laut kali yach ^_-*

  9. kalo di mana2 ga diterima… ajukan proposal aja.. sapa tau tahun depan dapet kesempatan (*apaan siih,, jadi ga nyambung):mrgreen:

  10. @shofiy,
    GM? banget! Pram? Banget banget!
    saya sempet bela2in fotokopi bukubuku-nya Pram dulu *soalnyacarikemanamanagakadayangjual*, eh sekarang malah pada cetak ulang semuanya…:mrgreen:

    @irfan,
    happiness and despair… masa ga merinding sih pan?

    @rizal,
    bener om rizal, tapi seperti komen saya sebelumnya…
    bagaimana jika pilihan itu sudah tercerabut dari hidup mereka?
    dan ketika mereka ingin bertobat tidak ada yang percaya…

    @omiyan,
    maksudnya apa ya om…
    mati kalo dibuang? bukannya dibuang karena ‘mati’?

    @tukangobatbersahaja,
    peran yang kocak bikin kita terbahakbahak…
    peran bercinta bikin orang mabuk kepayang…
    dunia ini…
    panggung sandiwara… *nyanyi*

    @itmam,
    ajukan proposal ke mana ya om….

    @aden,
    ya wis tho den… ndak popo lek bingung… ga usah dipikirkan… lha wong gak dosa kok…:mrgreen:
    tumben kamu panggil aku ‘mbak’? biasanya mas yoan…

  11. saya jadi penasaran dengan karya Gunawan M.
    saya jadi ingat dulu waktu saya pertama kali membaca karya Gunawan M, saya sulit bgt untuk mengerti.
    thanks udah ngingatin saya dengan karya Gunawan M.

  12. Kebahagiaan, ketiadaan, surga neraka, dunia akhirat..serta segala sesuatu yg bersifat dua, hanyalah wujud luar rasa manusia. Pasrahkan semua itu kepada Sang Penguasa Rasa Sejati. Biarkan Dia mengalir dlm darahmu. Dan memenuhi relung jiwamu. Semoga sungaimu akan selalu mengalir ke samudera makrifatNya. Dunia ini tak lebih hanya sekedar permainan rasa belaka. Salamku utk semua para jiwa yg tersendiri.

  13. ah kakanda… itu sajak goenawan muhamad. aku cuma menyumbang paragraf terakhit tulisan yang sama sekali tidak penting… tak menyimak tulisan ini rupanya kakanda *purapuramerajuk*

    aduhay adinda… sebegitu kagumnya kakanda akan adinda, sehingga apapun yang kelihatan bagus seolah itu hasil karya adinda:mrgreen:

    tapi kakanda benar. pedih sekali pasti rasanya diabaikan oleh dunia dan akhirat sekaligus *biarpunsayayakinTUHANhanyapurapurarabun*

    betul itu adinda… maka gapailah syurgamu, dengan cara berbakti sebakti-baktinya kepada kakandamu ini…

    kakanda, punya penyakit tibatiba pingsan kah engkau?

    yts. adinda yoan…
    kakanda menderita penyakit tiba2 pingsan kalau lagi snewen… seperti hari ini adinda, kakanda menerima titah yang tak dapat ditolak:

    “nak, pergilah kau ke Bogor…”
    “tapi… ingsun belum pernah sekalipun pergi ke Bogor… musti naik kereta kencana yang manakah ingsun ini…?”
    “itu tidaklah penting… antara kau mengetahui, atau kau tidak mengetahui… adalah kewajibanmu mematuhi titah sang prabu!”

    maka tadi kakanda pingsan dengan sedikit snewen di kereta express pakuan arah bogor dengan harga tiket yang sebelas ribu itu… kakanda berasa diekstradisi dari kemapanan, dibuang dari lingkungan kerajaan…

    tapi, adinda… bukankah kakanda mengidap penyakit suka pingsan itu sama halnya dengan adinda yang mengidap kegilaan terhadap jilbab berwarna biru… atau itulah yang kakanda tangkap, lewat gaya tulismu yang seolah alter ego-mu…

    *berasajadidalang*

  14. Wah…. ini rupanya menggambarkan status para pelacur ya? Jangankan dijajarkan kepada kebaikan wong dijajarkan kepada keburukan saja para pelacur masih tidak pantas. Begitukah?😀

  15. @muzda,
    huohoho… award lagi… tengkyu muz…

    @an9el,
    tak cemerlang tak rupawan…
    namun kasih ini silahkan kau adu…
    malaikat juga tau, aku yang jadi juaranya… *yaelahmalahnyanyi*

    @phiy,
    ke barat… melanjutkan perjalanan bersama biksu tong…
    kayaknya kalo lg murung paling gampang bikin puisi… *tapiudahlamagakbisabisabikinpuisi…*

    @sariyatno,
    yo’a, terima kasih kembali…
    baca GM, bikin saya mikir memang. dan agak lama mikirnya *soalnyasayalemot*:mrgreen:

    @h4ry4na,
    lah iya. lha gimana mau protes? wong Dia yang kuasa mutusin urat nadi kita…

    @madhysta,
    ya iyalah, om… om kan di dalem terus, ga liat2 ke luar.
    padahal kan banyak banget yang terjadi di luar sana… coba kalo om ikut naek ke atas loko, bisa kopdar deh sama malaikat…:mrgreen:

    @billy koesoemadinata,
    yupz, tapi apalah artinya kalau ada tapi dianggap ga ada?

    @aglng,
    iyak, anda benar!

    @tuannico,
    wah anak muda… kalau berniat tetapkanlah hatimu… jangan mudah tergoda oleh bujuk rayu dunia…:mrgreen:

    @rayya,
    hummm,,, kalo versi personality plusnya florence litteur, aku koleris-sanguinis…
    tapi aku lebih ngerasa plegmatis sebenernya… wong malesan ngene…

    @infinite justice,
    aku kagum pada kepiawaian kakanda ngeles… dan bermai kata…
    dan kakanda,,, adinda sungguh sangat ingin berbakti pada kakanda… tapi bagaimana mungkin… adinda hanyalah rakyat jelata belaka yang terbiasa naik krl dan angkot berwarna merah…
    tapi kegilaanku pada jilbab biru tentunya tidak sama dengan penyakit pingsan kakanda yang aneh ituh karena tidak pernah sekalipun dalam hidup ini adinda pingsan karena apapun, apalagi hanya karena senewen belaka… cepatlah sembuh dari penyakit pingsanmu itu ya kakanda…
    *bertanyatanyadarimanakakandatauadindasukapakejilbabbiru*
    ah kakanda, sudah bosan kah dirimu dgn batman sampai2 mengganti avatar dengan gambar orang berponi bak ‘stock-on-you’ ituh…

    @bocahbancar,
    malaikat maut bukan ya??? kalo iya kok ga mampir ke kos-an saya sih???

    @shofiyah,
    jiaahh… ni banyak kerjaan shof… mau? mau? mau?

    @newbiedika,
    salam kenal juga dika! ^^

    @irfan,
    bayangkan ironi dari kebahagiaan yang menghasilkan ketiadaan atau ketiadaan yang bersumber dari kebahagiaan atau ironi di balik kedua peristiwa itu, pan..
    *kalonggakmerindingjugantartaksiramaeresketengkukmubiarmerindingpiye?*

    @yari nk,
    semacam itulah pak… om goen mungkin memotret prasangka orang dan kegetiran jiwa para pelacur itu…

    @cenya95,
    huehehe…
    soalnya kagak punya karcis ya, cen?:mrgreen:

  16. kalo kita bisa membawa seseorang dari suatu lumpur…membersihkannya..memberikannya makan dan minum..dan menuntunnya ke jalan yg benar….itu adalah sikap yang terbaik🙂 (*nyambunggasih?entahlahhihihihi…)

  17. aku kagum pada kepiawaian kakanda ngeles… dan bermai kata…

    itu karena… kakanda ingin menjadi Kahlil Gibran bagi dunia prosa puisimu…😉

    dan kakanda,,, adinda sungguh sangat ingin berbakti pada kakanda… tapi bagaimana mungkin… adinda hanyalah rakyat jelata belaka yang terbiasa naik krl dan angkot berwarna merah…

    tidakkah adinda mengerti? tembok berupa status sosial bukanlah halangan… itu hanyalah sekat-sekat imajiner, hijab biadab yang diciptakan oleh mereka-mereka yang tiada mengetahui bahwasanya semua manusia itu sederajat dan satu tingkat di hadapan Tuhan…

    janganlah khawatir adinda, soal adinda yang rakyat jelata, soal adinda yang lebih tertarik menjadi kernet ketimbang penumpang… kakanda bahkan sudah mengetahui masa lalumu lewat jeng Muzda… soal adinda yang mempertontonkan visual yang kurang bermartabat bagi kalangan anak di bawah umur😆😆😆

    tapi kegilaanku pada jilbab biru tentunya tidak sama dengan penyakit pingsan kakanda yang aneh ituh karena tidak pernah sekalipun dalam hidup ini adinda pingsan karena apapun, apalagi hanya karena senewen belaka… cepatlah sembuh dari penyakit pingsanmu itu ya kakanda…
    *bertanyatanyadarimanakakandatauadindasukapakejilbabbiru*

    aduhay, adinda… ternyata benar adanya dirimu mengidap kegilaan memakai jilbab biru… meski itu hanyalah dugaan kakanda sahaja, adinda… bahwasanya kakanda hanya mengelompokkan perempuan itu berjilbab lembayung dan berjilbab biru (perwakilan pink=girly, dan blue=boyish)… mereka yang berjilbab biru adalah tipikal dari orang-orang seperti adinda, kadang lebih condong ber-alter ego laki ketimbang perempuan:mrgreen: tidakkah adinda menyadarinya, tatkala mereka-mereka itu, insan-insan yang tiada mengetahui soal adinda memanggil adinda dengan panggilan yang diperuntukkan bagi kaum adam? maka panggilan itu adalah panggilan yang sesat dan menyesatkan… dan mereka tentunya tersesat oleh cara adinda bertutur kata…😛

    ah kakanda, sudah bosan kah dirimu dgn batman sampai2 mengganti avatar dengan gambar orang berponi bak ’stock-on-you’ ituh…

    ini adalah sebahagian dari perubahan, aduhay adinda… dan niscaya, sekiranya perubahan ini tidak bagus, maka kakanda akan kembali menjadi betmen…😆

  18. ndak usah piye-piye yo…(gausahrepotrepotnyirampakees)

    “kebahagiaan yang menghasilkan ketiadaan, dan ketiadaan yang bersumber dari kebahagiaan”

    udahcukuptercerahkanko!hee…
    mulai merenung lagi ah, siapa tau jadi tambah merinding!jiahh…

  19. @achoey,
    ayookk…

    @diajeng,
    tapi ada berapa gelintir orang yang bisa begitu ‘mulia’nya, jeng?

    @3mnnm8,
    pelan-pelan dek… jangan langsung ditelan semuanya…

    @julie,
    lam kenal juga julie! ^^

    @annosmile,
    menyentuh apa om?

    @infinite justice,
    ini sebenernya lg ngomongin apa yak kita?
    *kitabikinlakonwayangorangbuatdipentasindiTMIIserujugakaliyakakanda*

    @shofiy,
    macam ketoprak humor saja sampe ngikik2, shof..

    @just ‘azzam,
    *siapsiappulang* lho?

    @irfan,
    huehehe… pan… pan… hasil perenungannya dikumpulkan besok siang ya…

    @warz,
    anak yang aneh… (kata malaikatnya)

    @haris,
    sajaksajak goenawan mohamad berpotensi menggetarkan hati ya?:mrgreen:

    @radesya,
    ho oh… setujuh…

    @rian xavier,
    oh really?

    @dindacute,
    hore! hore! berhasil! berhasil bikin orang merinding! *kagakpentingbangetdahgua*

  20. mereka ada dalam ketiadaan, mba.
    mereka bahagia dalam kesedihan.
    mereka berada antara batas nisbi dan nadir…
    antara dua titik dalam hitam.
    karena sejatinya mereka dibutuhkan untuk mengisi jabatan “ketakbutuhan”, untuk mengatakan: jangan pernah lacur.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s