Cinta Itu Buta?

Saya sedang senang. Pertama, walau cuma beberapa hari, tapi saya bisa pulang ‘merasakan dan mengalami’ rumah. Kedua, karena beberapa baris sms yang di kirim teman saya ini:

“Yo, Allah telah mengajarkanku banyak hal. Suatu saat aku pasti akan mensyukuri apa yang terjadi kemarin dan hari ini. Terimakasih telah jadi sahabat yang baik. Jangan khawatir, aku nggak akan bunuh diri gara-gara cinta…

Saya senang, karena teman saya berpikir dan bersikap dewasa dan tidak menyerah begitu saja pada hal yang ia anggap berat untuk dihadapi. Saya senang, karena saya tidak akan kehilangan seorang teman karena bunuh diri. Saya gak yakin bagaimana harus menghadapi Tuhan nanti kalau seorang yang saya kenal baik mati karena bunuh diri sementara saya tidak bisa berbuat apapun untuk mencegahnya. Gak lucu banget kalo saya jadi nyanyiin lagunya Bryan Adams di sesi tanya jawab itu nanti.

Tuhan: Yoan! Kenapa kamu biarkan temanmu bunuh diri karena hal ’sepele’ macam cinta?

Yoan: Ehm… Eh… Hummm… Peace God! *mulai nyanyi* Please forgive me…. I don’t know what I do…

Fufufu… Sekarang ijinkanlah saya mengutip Ti Pat Kay; ”Cinta… deritanya memang tiada akhir…”

Saya sering bertanya-tanya sendiri, apa iya sih cinta itu sebegitu dahsyatnya? Sampe-sampe orang *eh, Pat Kay mah siluman babi ya :mrgreen:* bisa bilang kalo deritanya gak punya akhir. Apa iya cinta sebegitu seram-nya sampe ada orang yang berpikir untuk bunuh diri karena ’gagal’ dalam masalah ini. Apa iya cinta sebegitu berpengaruhnya Sampe-sampe ada yang nyiptain frase, cinta itu buta en tai kucing bisa berasa coklat kalo lagi jatuh cinta *owh really? Yaiks!*

Cinta itu buta, seperti Djenar Maesa Ayu bilang di cerpennya “Gerhana Mata”. Di mana tidak perlu malam untuk menggelapkan dunia, cukup cinta, maka bumi ini dilanda gerhana. Cinta itu buta, maka ketika jatuh cinta pasangan kekasih akan terhalang atau menghalangi diri mereka dari keburukan-keburukan pasangannya. Cinta itu buta, maka segala hal—bahkan bila bertentangan dengan nilai-nilai yang lebih dulu dianut—akan dilakukan. Cinta itu buta, maka pasangan kekasih akan berlomba-lomba ’mengorbankan diri’ demi (memperoleh balasan pengorbanan lebih dari) kekasihnya. Cinta itu buta, maka dunia ini diciptakan khusus hanya untuk mereka berdua.

Cinta itu buta? Buat saya itu seperti orang bilang merokok itu menyehatkan, karena cinta seharusnya membawa terang yang membantu kita melihat dunia lebih jelas. Kalo cinta bisa bikin segalanya terlihat begitu indah *jiaaahhh…*, berarti cinta gak buta dong. Ia justru punya mata yang baik untuk melihat keindahan-keindahan dunia yang tadinya tersembunyi oleh lapisan suram pesimistis manusia. Ketika jatuh cinta, orang buta sekalipun bisa melihat jelas keindahan-keindahan dunia. Ketika jatuh cinta, manusia yang cenderung melihat perbedaan dan mengorek borok orang lain malah melihat banyak kemungkinan baik dan kesamaan-kesamaan dari obyek cinta kasihnya (dan lingkungan sekitarnya). Dalam bahasa Kompas, Cinta yang mendalam menebarkan energi positif yang tidak hanya mengubah hidup seseorang, tetapi juga menerangi kehidupan orang banyak.

Jadi temans, pesan saya, ketika kita merasa ”jatuh cinta” dan akal sehat seperti tidak ada gunanya, berhentilah sebentar, dan renungkan semuanya sekali lagi. Sebelum dunia jadi gelap untuk pandangan kita. Sebelum gerhana muncul tiap saat di depan mata. Dan tentu saja, sebelum hidup *terasa dan terlihat* tidak lagi berguna dan bunuh diri menjadi logis-logis saja.

Owh well, I don’t even know what I’m talkin’ about here. But before I go, let me sing this for you:

So if you wanna burn yourself remember that I LOVE YOU
And if you wanna cut yourself remember that I LOVE YOU
And if you wanna kill yourself remember that I LOVE YOU
Call me up before your dead, we can make some plans instead
Send me an IM, I’ll be your friend…

 Lagunya Kimya Dawson, judulnya Loose Lips, OST Juno.

49 thoughts on “Cinta Itu Buta?

  1. waduh, kok aku ra mudeng maneh Yo..
    cinta…owh..cinta…🙄
    tetep ga mudeng aku:mrgreen:

    *tapi aku setuju kata2ne Ti Pat Kay; begitulah cinta…
    (gara2 sering nonton pilem’e jadi setuju)😆

    *pamit, meneruskan perjalanan ke barat😉

  2. dlu ada artikel kayak gini
    Cuma lima huruf C-I-N-T-A tapi energinya bener2 ROSO-ROSO katanya mbah Marijan Gtu. Gimana gak Roso ketika sebuah kata tu da menyihir Qm2 maka dlm sekejab Qm2 akan brubah 180 derajat. Qm yg tadinya Pelit banget, dari awal bulan dah bikin daftar rencana belanja hingga 30% uang saku bisa kamu tabung tapi gara2 satu kata tadi tiba-tiba uang Qm pun menjelma menjadi pulsa hanya untuk mendengarkan berkali-kali sebuah suara, hanya karena ingin memastikan suatu keadaan, demi memuaskan sebuah rasa yakni Rindu. Qm yg sering ilang gara2 jadi aktivis yg kerjaanya (Kura-Kura) Kuliah rapat 2, tapi semua berubah begitu ja ketika kata cinta memanggil dan mengharuskan membatalkan acara penting dengan menhabiskan satu jam perjalanan ‘hanya’ untuk menatap seraut wajah, melihatnya tersenyum, membalas sorotan matanya dan memencet hidungnya demi menenangkan rasa gelisa. Semua tu terjadi seolah logika Qm gak berfungsi. (ciye..pengalaman tuh?) Ya iya lah, pengalaman baca cerpen Gtoh

  3. Nice post…

    Gw suka dan setuju bahwa “cinta seharusnya membawa terang yang membantu kita melihat dunia lebih jelas.”

    Yah, dulu gw pernah dengar kalo cinta itu memiliki beberapa tingkatan…

    jadi kalo versi gaulnya mungkin “cinta buta” ini adalah level yg paling bawah, tingkat pertama, semoga dari situ bisa bertumbuh ke level berikutnya…

    Dan saat seseorang sedang buta, dibutuhkan seorang teman yg dengan setia menemani,

    Cheers, Nice Post… Again…

    Salam dari Tikus Biru yang mencari tempat di dunia ini…

  4. murid saya dulu bilang, cinta iotu buta, buta gak bisa melihat, gak bisa melihat akhirnya meraba-raba ///

    huwaaaa gak nyambung ya:mrgreen:

  5. @kahfinyster,
    yah, kita posting cinta lu merinding.
    emang serem yak?

    @tan3,
    tantri… tantri…
    opo tho sing mbok mudeng? opo2 kok ra mudeng…
    *siap2 kabur*

    @tuyi,
    iya om, aneh ya orang2…

    @omiyan,
    sayah sih engga lah om…
    kita kan masuk kategori ‘strong bone en strong head’:mrgreen:

    @muhamaze,
    salam kenal,
    yo wis, gpp wis g mudeng. g dosa kok…

    @joe,
    betul Pat Kay…

    @dewifatma,
    ooo begono ya bu…

    @indah rephi,
    apa ya?
    mau tau jawabannya?
    tanya Galileo!

    @khafi,
    iyo’i mbulet ae.
    pusiing aku…

    @hejis,
    ihh.. hejis aku… *eh itumah najis yak?:mrgreen: *

    @tikus biru,
    wah, saya setuju sekali sama sang tikus,
    smoga yg mengalami ‘kebutaan’ bisa segera ‘tercerahkan’ yaa…

    @andyan,
    situ okeh?
    *ndak ngerti saya maunya situ itu apa tho…*

    @triono putra,
    wehh…
    justru seharusnya jadi lebi smangat dung stlh baca postingan sayah.
    hayo! smangat! kalo gak saya paksa supaya smangat!:mrgreen:

  6. @easy,
    ho oh banget. jangan sampe deh bunuh diri karna apapun juga…

    @tikusbiru,
    yupz, sayah udah liat tulisannya frater aris.
    en maybe yes, it’s all ’bout point of view…

    @thepenks,
    kagak bro, aslinya dy mungkin cuma pura2 buta aja…

    @s4ndy,
    jiaaahhh… uda gw bilang cinta kagak buta juga…

    @itmam,
    ketauan deh umurnya…:mrgreen:

    @rian xavier,
    betul betul. saya setuju dengan anda, anak muda…

    @billy koesoemadinata,
    *nggak ngarti*

    @om shani,
    salam kenal juga!
    *satu lagi yg manggil gw mas. byuh…*

    @nie,
    fufufufu…
    bener, kita kan ga buta nie…
    jadi ga pernah bisa abis mbahas cinta…

    @iwan,
    sukurlah… sayah ikut seneng kalo situ seneng…:mrgreen:

  7. Aduhhh… cinta itu emang buta, tuli, bisu, lumpuh (kasian amat ya kedengerennya… sungguh tragiz).
    kalo kata gurunya kera sakti, Isi adalah kosong…kosong adalah isi…(lho??? kaga nyambung ya)

    SEMANGAT, yoan..!!!

    tepuk pramuka…**Proookkk…proookkk…prokkk**

  8. Cinta kadang2 buta, tapi kalau kedua pihak mau menyadari bahwa ada hal-hal yang penting selain cinta, mereka pasti bisa menganggap cinta itu hanya sebuah kata … *aduh, aku ngomong apa sih* GeJedotCom … hehehehehe …

    Aduh, lagi patah hati, gak konsen …

  9. Agar cinta itu tidk buta…jangan berikan cinta itu sepnuhnya…setengahnya saja… tidak pantas orang bunuh diri karena apapun, apalagi hanya karena cinta…toh cinta hilang dari yang satu, kita bisa dapat cinta yang lain…iya ga yo…

  10. @kahfinyster,
    hehe.. lagian sereman avatar lu kali fi…
    cuma negor doang? ada posting baru?

    @4ndika,
    yeah! keep blogging!

    @cebonk,
    MERDEKA!
    *apa sih…*

    @fenty,
    hati kan ga bisa patah mbak…
    cuma bisa remuk, ancur, jatoh, bangun *lho kok kayak lagu dangdut?:mrgreen: *

    @ahmad jazi,
    setujuuuuuuu….

    @anto84,
    iya tuh…

    @masisman,
    kenapa di sensor ya…

  11. cinta nggak buta…
    kalo kadang bikin orang jadi nggak rasional, itu malah wajar karena cinta ngasih energi lebih untuk orang melakukana hal2 yang nggak biasa (dlm definisi positi lho)
    cuma kalo sampe mau bunuh diri karena gagal, wah…ini mah terlalu manja sama diri sendiri, mengasihani diri sendiri, dan kayanya bukan gitu cara memandang cinta…
    (wah saya sok taunya kebablasan neh…)

  12. @mrdna94,
    adoh adoh…
    saya sih mau banget komen balik. tp kemana say? kamu ga nyantumin alamat blog kamu gitu loh…

    @gerrilyawan,
    saya cukup setuju ama om… om gak sok tau kok. :mrgreen:

  13. yo..kenapa dirimu??? patah hatikah ??? kok tiba-tiba melankolis??? hihihihihi….:p
    cinta emang gila..mendayu-ndayu..nggak bisa ditebak..aku juga benci tuh ama yang namanya cinta (kalo lagi da problem), tapi juga seneng (klo lagi heppy)..yah, dinikmatin saja lah..:D

  14. yah itulah cinta deritanya dibawa mpe mati,,
    W ampir bunuh diri karna cinta!
    Karna w mutusin dy disaat w lagi sayang-sayangnya hanya karna beda agama.
    First Love never dies..
    W tunggu dy di surga.
    Kunjungi blog aku yooo

  15. aku pernah bikin 5penyakit cinta

    1. cinta itu bikin buta
    2. cinta itu tidak memakai logika
    3. cinta dan gila itu tipis bedanya
    4. cinta itu membuatmu pintar berkata kata
    5. rahasia ah…..

    du du dud u

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s