Kematian Sekadar Menyeberangi Dunia

Kematian hanyalah sekadar menyeberangi dunia, seperti teman yang menyeberangi lautan; mereka masih hidup dalam diri masing-masing. Karena mereka perlu ada, cinta dan hidup dalam apa yang tidak terikat ruang dan waktu. Di dalam kaca ilahi ini mereka saling berhadapan; dan bebas berbicara, karena mereka roh murni. Inilah penghiburan para sahabat, bahwa kendatipun mereka dinyatakan mati, namun persahabatan dan pertemanan mereka, dalam arti yang paling baik, masih selalu ada, karena abadi.

[William Penn, More Fruits of Solitude -Lebih Banyak Buah Keheningan]

Is it?

5 thoughts on “Kematian Sekadar Menyeberangi Dunia

  1. @fajar
    humm… mo nyoba nyebrang jar? ayo, saya anterin. kalo udah di sebrang jangan lupa telpon ato kirim email. sambil tanya2 juga, bisa balik lagi gak. ntar kalo bisa balik, saya mau titip bawain adek sama ibu saya😀.

    @brandal,
    jangankan oranglain, kita aja bisa -sengaja gak sengaja- menciderai diri sendiri.

    yang saya tau dan yakini, selalu ada orang2 yang pantas kita panggil dan memanggil kita sahabat, no matter what.

  2. ho oh….mati itu cita-cita terakhir dalam daftar ‘hidup’ gw. Tapi gw gak tau gw bisa ‘mati’ apa gak. Nah masalahnya, gw lebih gak tau lagi, kalau nanti mati…bakal ‘ngontrak’ di mana? sama siapa?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s